Dialog Nabi Ibrahim Dan Nabi Ismail Dalam Al-Qur'an Dan Kaitannya Dengan Fenomena Fatherless Dalam Masyarakat Kontemporer

Minni Khoiro, 220303092 (2026) Dialog Nabi Ibrahim Dan Nabi Ismail Dalam Al-Qur'an Dan Kaitannya Dengan Fenomena Fatherless Dalam Masyarakat Kontemporer. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.

[thumbnail of Dialog Nabi Ibrahim Dan Nabi Ismail Dalam Al-Qur'an Dan Kaitannya Dengan Fenomena Fatherless Dalam Masyarakat Kontemporer] Text (Dialog Nabi Ibrahim Dan Nabi Ismail Dalam Al-Qur'an Dan Kaitannya Dengan Fenomena Fatherless Dalam Masyarakat Kontemporer)
Skripsi Revisi Khaira 2,.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang dialog Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam QS. Ash-Shaffat ayat 102 dengan fokus pada peran ayah dalam pendidikan anak serta relevansinya terhadap fenomena fatherless. Selama ini pengasuhan sering dianggap tanggung jawab ibu, padahal Al-Qur’an menegaskan pentingnya peran ayah dalam pembinaan iman, karakter, dan komunikasi keluarga. Namun, masih banyak terjadi ketidakhadiran ayah yang berdampak pada perkembangan anak. Rumusan masalah penelitian ini adalah makna dialog Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menurut Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab serta relevansi nilai pendidikannya terhadap fenomena fatherless. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis kepustakaan (library research) dengab pendekatan psikologi anak Sumber utama berupa Al-Qur’an dan Tafsir Al-Misbah, dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis serta pendekatan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog tersebut mencerminkan komunikasi ideal ayah dan anak yang lembut, dialogis, dan bernilai tauhid. Nabi Ibrahim tidak otoriter. Nilai pendidikan yang ditemukan meliputi kasih sayang, keimanan, kesabaran, komunikasi terbuka, dan keteladanan. Dalam konteks fatherless, ayat ini menegaskan pentingnya kehadiran ayah secara emosional, spiritual, dan edukatif dalam pembentukan karakter anak, sehingga peran ayah perlu dihidupkan kembali untuk membentuk generasi yang kuat secara moral dan spiritual.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.6 Kandungan Al-Qur'an > 2X1.61 Cerita-cerita di dalam Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: MINNI KHOIRO
Date Deposited: 21 Aug 2026 04:41
Last Modified: 21 Aug 2026 04:41
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/59399

Actions (login required)

View Item
View Item