Safrida Muthoharoh, 210501005 (2026) Peran Pamong Desa: Studi Komperatif Di Desa Keramat, Kec. Karang Sari, Banyumas, Jawa Tengah dan Desa Muktilincir, Kec. KUTA Baharu, Aceh Singkil. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
Safrida Muthoharoh, 210501005.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan membandingkan peran pamong dalam upacara adat (kelahiran, perkawinan, dan kematian) antara masyarakat Jawa di daerah asalnya dengan masyarakat Jawa di Desa Muktilincir, Kecamatan Kuta Baharu, Kabupaten Aceh Singkil. Focus penelitian ini adalah melihat pengaruh keberagaman suku dan budaya lokal terhadap perubahan fungsi serta eksistensi pamong di daerah transmigrasi. Metode yang di gunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Dengan narasumber utama tokoh adat setempat. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran pamong di Jawa sangat sentral dan komprehensif, mencakup perencanaan hingga pelaksanaan seluruh rangkaian upacara dengan tatacara yabg rinci. Sebaliknya di Desa Muktilincir, peran pamong mengalami penyesuain lingkungan akibat kondisi masyarakat yang majemuk (Jawa, Pak Pak Bong, Nias, Batak, Sundan Dan Aceh) yang memicu akulturasi budaya. Dalam upacara kelahiran, ritual rumit seperti mandi kembang di sederhanakan menjadi selametan dan doa bersama. Dalam perkawinan, pamong harus bersikap fleksibel memadukan unsur budaya lain sesuai keinginan generasi muda. Sementara dalam kematian, terjadi pembagian tugas yang jelas di mana pengurusan jenazah di ambil alih oleh tokoh agama dan perangkat khusus, sehingga peran pamong lebih di khususkan pada aspek doa dan bimbingan spiritual. Interaksi antar suku yang intes, juga menyebabkan eksitensi pamong sedikit demi sedikit mulai memudar, meskipun nilai tradisi masih di hargai. Meskipun terjadi perubahan, hal ini tidak mengangu keharmonisan masyarakat desa muktilincir tetap bisa hidup rukun dan saling meghargai. Peneluti menyimpulkan bahwa perubahan peran pamong di Desa tersebut merupakan bentuk adaptasi budaya yang cerdas sebagai respon terhadap lingkungan sosial yang majemuk, tanpa menghilangkan esensi nilai- nilai leluhur budaya Jawa.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 306 Kebudayaan dan Pranata |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > S1 Sejarah dan Kebudayaan Islam |
| Depositing User: | Safrida Muthoharoh |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 02:20 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 02:20 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/59439 |
