Makrifatin Zahra, 220402045 (2026) Resiliensi Sosial Masyarakat Kampung Mendale dalam Menghadapi Bencana Banjir Bandang di Aceh Tengah. Jurnal At-Taujih: Bimbingan dan Konseling Islam, 9 (2): 2. pp. 20-42. ISSN 2614-4980
Makrifatin Zahra , 220402045, FDK, BKI.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (1MB)
Abstract
Banjir bandang yang melanda Kampung Mendale, Kabupaten Aceh Tengah, pada November tahun 2025 tidak hanya menyebabkan kerusakan permukiman dan lahan pertanian, tetapi juga mengganggu kehidupan sosial, ekonomi, dan psikologis masyarakat sehingga proses pemulihan memerlukan resiliensi sosial yang kuat. Namun, kajian yang secara khusus menganalisis bagaimana resiliensi sosial masyarakat korban banjir bandang terbentuk pada konteks Kampung Mendale masih terbatas, padahal wilayah ini merupakan salah satu daerah yang mengalami dampak banjir bandang cukup besar di Aceh Tengah. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak banjir bandang, menganalisis resiliensi sosial masyarakat, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat resiliensi sosial masyarakat Kampung Mendale. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian berjumlah sepuluh orang terdampak banjir bandang yang dipilih secara purposive berdasarkan pengalaman dan keterlibatannya dalam menghadapi banjir bandang. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir bandang menimbulkan dampak fisik, sosial, ekonomi, dan psikologis berupa kerusakan rumah dan lahan pertanian, terganggunya aktivitas masyarakat, menurunnya pendapatan, serta munculnya trauma dan kecemasan ketika menghadapi hujan atau cuaca buruk. Berdasarkan teori Norris et al., resiliensi sosial masyarakat terbentuk melalui social capital, community competence, information and communication, serta economic development, dengan social capital sebagai kapasitas yang paling dominan. Resiliensi sosial didukung oleh dukungan sosial dan nilai-nilai spiritual, sedangkan keterbatasan ekonomi dan kondisi geografis menjadi faktor yang menghambat proses pemulihan masyarakat pascabencana.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 360 Social Problems and Services (Permasalahan dan Kesejahteraan Sosial) > 363 Masalah dan pelayanan sosial lainnya |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > S1 Bimbingan dan Konseling Islam |
| Depositing User: | Makrifatin Zahra |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 05:01 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 05:01 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/59467 |
