Analisis Pemberian Reward pada Kinerja dan Loyalitas Pekerja Menurut Konsep Ijārah ‘Alā Al-‘Amāl (Studi pada BSI KCP Kampus UIN Ar-Raniry)

Ardan Repositori, 220102014 (2026) Analisis Pemberian Reward pada Kinerja dan Loyalitas Pekerja Menurut Konsep Ijārah ‘Alā Al-‘Amāl (Studi pada BSI KCP Kampus UIN Ar-Raniry). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Menganalisis pemberian reward di bank bsi] Text (Menganalisis pemberian reward di bank bsi)
Repositori, Ardan Zahran Nasution, FSH, IP.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB)

Abstract

Penilaian kinerja pegawai di lembaga perbankan syariah umumnya telah memiliki standar terukur melalui Key Performance Indicator (KPI), namun penilaian terhadap loyalitas dan antusiasme kerja sebagai dasar pemberian reward sering kali belum memiliki standar baku yang jelas, sehingga berpotensi melanggar syarat kejelasan (al-wuḍūḥ) dalam akad ijārah. Kondisi ini ditemukan pula pada BSI KCP Kampus UIN Ar-Raniry, di mana sistem reward yang diterapkan belum sepenuhnya jelas standar penilaiannya, khususnya pada aspek non-kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab tiga permasalahan: bagaimana sistem pemberian reward yang diterapkan pada pekerja BSI KCP Kampus UIN Ar-Raniry, bagaimana pengaruh pemberian reward tersebut terhadap kinerja dan loyalitas pekerja, dan bagaimana tinjauan konsep Ijārah 'Alā Al-'Amāl terhadap sistem pemberian reward tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif empiris dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif analisis. Data primer diperoleh melalui wawancara terarah (guided interview) dengan pihak manajemen dan pegawai BSI KCP Kampus UIN Ar-Raniry, dilengkapi data sekunder dari literatur fikih muamalah dan kajian manajemen sumber daya manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem reward terdiri atas reward simbolik dari cabang dan reward finansial dari kantor pusat yang bersifat achievement-based. Kriteria kinerja kuantitatif relatif jelas dan tersosialisasi, namun penilaian loyalitas dan antusiasme tidak memiliki indikator tersendiri, melainkan dilebur ke dalam angka pencapaian, sehingga menimbulkan kesenjangan persepsi antara manajemen dan pegawai. Ditinjau dari konsep Ijārah 'Alā Al-'Amāl, sistem ini menunjukkan kesesuaian parsial: prinsip al-wuḍūḥ dan al-'adālah relatif terpenuhi pada dimensi kinerja kuantitatif, tetapi belum terpenuhi secara menyeluruh pada dimensi loyalitas yang bersifat kualitatif, karena tidak terdokumentasi dan tidak dicantumkan secara eksplisit dalam kontrak kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan perumusan indikator penilaian loyalitas yang terukur dan terdokumentasi agar sistem reward sepenuhnya sesuai dengan prinsip akad ijārah dalam fikih muamalah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat > 2X4.223 Sewa Menyewa (Ijarah)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Ardan Zahran Nasution
Date Deposited: 24 Aug 2026 08:26
Last Modified: 24 Aug 2026 08:26
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/59517

Actions (login required)

View Item
View Item