Konsep Tazkiyah Al-Nafs Dalam Perspektif Syed Muhammad Naquib Al-Attas Terhadap Relevansinya Dengan Praktik Tasawuf Di Dayah Ummul Ayman

Husaina, 210301029 (2026) Konsep Tazkiyah Al-Nafs Dalam Perspektif Syed Muhammad Naquib Al-Attas Terhadap Relevansinya Dengan Praktik Tasawuf Di Dayah Ummul Ayman. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Konsep Tazkiyah Al-Nafs, Perspektif Syed Muhammad Naquib Al-Attas] Text (Konsep Tazkiyah Al-Nafs, Perspektif Syed Muhammad Naquib Al-Attas)
Skripsi Husaina FINAL SIAP p_unlocked.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi tazkiyah al-nafs (penyucian jiwa) sebagai fondasi utama pendidikan Islam (ta’dīb) dalam membentuk kesadaran tauhid dan manusia yang beradab berlandaskan firman Allah Swt. dalam QS. Asy-Syams [91]: 9–10. Namun, dalam realitas masyarakat keagamaan kontemporer, praktik tasawuf dan pendidikan keagamaan sering mengalami disorientasi serta direduksi sebatas rutinitas formalitas belaka tanpa diimbangi pemahaman konseptual mengenai penanaman adab, yang berujung pada krisis adab (loss of adab) dan kekacauan pengetahuan (confusion of knowledge). Permasalahan utama tersebut diteliti menggunakan metode kualitatif gabungan (mix qualitative) yang memadukan studi pustaka (library research) atas karya- karya utama Syed Muhammad Naquib al-Attas dan studi lapangan (field research) melalui wawancara mendalam dengan pimpinan (Tgk. H. Nuruzzahri Yahya / Waled Nu) serta dewan guru (Tgk. Munzir dan Tgk. Rafi), observasi, dan dokumentasi di Dayah Ummul Ayman Samalanga, Kabupaten Bireuen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, dalam perspektif Syed Muhammad Naquib al-Attas, tazkiyah al-nafs merupakan prasyarat batiniah dan fondasi mutlak bagi terlaksananya ta’dīb, di mana pembentukan adab menduduki posisi yang jauh lebih tinggi dan lebih utama daripada sekadar penguasaan ilmu pengetahuan semata, guna membebaskan akal dan jiwa manusia dari kesombongan intelektual (kibr al-‘ilm) serta mengintegrasikan dimensi ilmu, iman, dan akhlak; kedua, konsep tazkiyah al-nafs dan ta’dīb al- Attas memiliki relevansi yang sangat kuat serta terwujud secara nyata dalam ekosistem pendidikan spiritual di Dayah Ummul Ayman Samalanga melalui pengkajian rutin kitab-kitab turāts klasik, penanaman budaya ta‘ẓīm (penghormatan) santri yang tinggi kepada pimpinan dan dewan guru, pengondisian asrama 24 jam yang mengoperasionalkan struktur takhallī, taḥallī, dan tajallī, serta pembentukan karakter manusia beradab (al-insān al-adabī) secara individual maupun kolektif di tengah kehidupan bermasyarakat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X5 Akhlak dan Tasawuf > 2X5.2 Tasawuf
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Aqidah dan Filsafat Islam
Depositing User: Husaina Husaina
Date Deposited: 24 Aug 2026 10:06
Last Modified: 24 Aug 2026 10:06
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/59584

Actions (login required)

View Item
View Item