Putri Fathiyya Rizka, 220102156 (2026) SISTEM PENGALOKASIAN DANA PADA PEMELIHARAAN KAPAL APUNG SEBAGAI DESTINASI WISATA TSUNAMI BANDA ACEH MENURUT KONSEP MILK AL-DAULAH. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
REPOSITORY PUTRI FATHIYYA RIZKA.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (2MB)
Abstract
Kapal PLTD Apung merupakan aset sejarah dan destinasi wisata tsunami di Kota Banda Aceh yang terdampar sejauh 5 kilometer akibat gelombang tsunami 26 Desember 2004. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan anggaran pemeliharaan pasca peralihan pengelolaan dari Kementerian ESDM ke pemerintah daerah pada tahun 2019. Penelitian ini berfokus pada bagaimana peran pemerintah dan pengelola dalam penganggaran serta penggunaan dana pemeliharaan, mengevaluasi kecukupan dana yang dialokasikan, dan bagaimana sistem pengalokasian dana ditinjau berdasarkan konsep milk al-daulah dalam mendukung keberlanjutan Kapal PLTD Apung sebagai bukti tsunami di Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif empiris dengan data primer diperoleh melalui wawancara dengan Kepala Bidang Destinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh, Keuchik Gampong Punge Blang Cut, serta pelaku usaha di kawasan wisata tersebut. Data sekunder bersumber dari literatur fiqh muamalah, dokumen anggaran, dan peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber pendanaan pemeliharaan berasal dari APBD, pendapatan tiket masuk, dan dana CSR pihak swasta. Alokasi dana pemeliharaan rutin yang mengalami fluktuasi, menunjukkan bahwa anggaran yang tersedia belum mencukupi kebutuhan pemeliharaan secara menyeluruh. Berdasarkan tinjauan konsep milk al-daulah, Kapal PLTD Apung termasuk kategori aset negara yang diperuntukkan bagi kemaslahatan umum. Implementasi pengalokasian dana secara umum telah mencerminkan prinsip dasar milk al-daulah, namun penerapan prinsıp amanah, keadılan, serta transparansı dan akuntabilıtas belum terlaksana secara optimal Oleh karena itu, diperlukan penganekaragaman sumber pendanaan, peningkatan transparansi anggaran, serta sinergi yang lebih terstruktur antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat guna menjaga keberlanjutan Kapal PLTD Apung sebagai bukti sejarah tsunami dan destinasi wisata edukasi sesuai prinsip milk al-daulah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 330 Economics (Ilmu Ekonomi) > 338 Produksi > 338.4791 Pariwisata Sudut Pandang Ekonomi |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Putri Fathiyya Rizka |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 03:26 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 03:26 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/59631 |
