Strategi Multi Stakeholder Dalam Pencegahan Penebangan Hutan Tropis Di Aceh

Hilman Nafis, 220802122 (2026) Strategi Multi Stakeholder Dalam Pencegahan Penebangan Hutan Tropis Di Aceh. Jurnal Silva Tropika, 10 (1). pp. 185-204. ISSN 2621-4113

[thumbnail of hutan tropis Aceh, collaborative governance, deforestasi, perlindungan hutan, multi stakeholder] Text (hutan tropis Aceh, collaborative governance, deforestasi, perlindungan hutan, multi stakeholder)
Artikel Hilman Nafis.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (921kB)

Abstract

Deforestasi hutan tropis di Aceh telah menjadi isu lingkungan yang signifikan karena dampaknya terhadap degradasi ekosistem, hilangnya keanekaragaman hayati, dan peningkatan risiko bencana seperti banjir dan tanah longsor. Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), bagian penting dari hutan Aceh, menghadapi ancaman penebangan ilegal, perambahan hutan, dan konversi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi multi-stakeholder untuk mencegah deforestasi hutan tropis di Aceh dan untuk meneliti peran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Polhut (Polisi Hutan), Organisasi Non-Pemerintah (LSM), dan sektor swasta dalam upaya perlindungan hutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan berbagai informan dari DLHK, WALHI, HAkA, Polhut, dan sektor swasta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan deforestasi dicapai melalui kolaborasi antar aktor dalam bentuk patroli hutan, penggunaan teknologi pemantauan seperti Smart Patrol dan GIS, advokasi kebijakan, dan pemberdayaan masyarakat berdasarkan kehutanan sosial. Kolaborasi ini telah mendorong dialog, komunikasi, dan komitmen bersama terhadap perlindungan hutan. Namun, implementasinya masih menghadapi beberapa tantangan, termasuk jumlah Polisi Hutan yang terbatas, luasnya area hutan yang dipantau, fasilitas pendukung yang tidak memadai, dan penegakan hukum yang kurang optimal. Studi ini menyimpulkan bahwa strategi multi-stakeholder memainkan peran penting dalam pencegahan deforestasi, tetapi penguatan koordinasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan optimalisasi teknologi pemantauan diperlukan untuk perlindungan hutan tropis Aceh yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Item Type: Article
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 320 Political and Government Science (Ilmu Politik dan Pemerintahan)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan > S1 Ilmu Administrasi Negara
Depositing User: Hilman Nafis
Date Deposited: 28 Aug 2026 02:14
Last Modified: 28 Aug 2026 02:14
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/59882

Actions (login required)

View Item
View Item