Pengembangan Model Klasifikasi Code Smells Pada Backend Python Menggunakan Algoritma Random Forest (Studi Kasus Proyek Open Source Github)

Aqilla Ar-Hammar, 220212077 (2026) Pengembangan Model Klasifikasi Code Smells Pada Backend Python Menggunakan Algoritma Random Forest (Studi Kasus Proyek Open Source Github). Jurnal FASILKOM (teknologi inFormASi dan ILmu KOMputer), 16 (2). pp. 445-455. ISSN 2808-9162 (Submitted)

[thumbnail of backend ecosystem, code smells, ensemble learning, random forest,SMOTE] Text (backend ecosystem, code smells, ensemble learning, random forest,SMOTE)
Aqila Ar-Hammar.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB)

Abstract

Tekanan tenggat waktu dalam pengembangan perangkat lunak sering mendorong pengembang mengambil jalan pintas penulisan kode, yang memicu munculnya degradasi kualitas struktural yang dikenal sebagai code smells. Penumpukan anomali struktural ini berkontribusi langsung pada pembengkakan utang teknis (technical debt) dan mempersulit proses pemeliharaan sistem dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model klasifikasi otomatis berbasis kecerdasan buatan untuk mendeteksi kontaminasi code smells pada arsitektur backend Python. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif data sains dengan menerapkan algoritma ensemble learning Random Forest yang diintegrasikan dengan teknik penyeimbangan kelas SMOTE (Synthetic Minority Over-sampling Technique). Data dikumpulkan dari platform GitHub melalui kriteria inklusi reputasi tinggi, berhasil mengekstrak 137.728 entitas sampel kode dari 7 repositori skala besar menggunakan instrumen multi-metrik Radon. Untuk menyimulasikan kesalahan manusia, gangguan acak (random noise) sebesar 5% disisipkan ke dalam data pelabelan. Hasil pengujian menunjukkan model usulan mencapai performa klasifikasi yang stabil dan seimbang dengan rata-rata presisi, recall, dan f1-score sebesar 0.95 pada evaluasi macro average dan weighted average. Melalui studi ablasi, SMOTE terbukti secara empiris menjaga konsistensi deteksi pada kelas minoritas. Analisis kontribusi fitur mengidentifikasi metrik Logical Lines of Code (LLOC) sebagai indikator paling krusial dengan bobot pengaruh 37,65%. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis berupa sistem penjaminan kualitas otomatis bagi pengembang untuk mendeteksi lokasi refaktorisasi kode sejak dini, sehingga mampu menekan pembengkakan utang teknis dan mempermudah pemeliharaan sistem.

Item Type: Article
Subjects: 000 Computer Science, Information and System > 005 Computer Programming, Program & Data
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > S1 Pendidikan Teknologi Informasi
Depositing User: AQILLA HAMMAR
Date Deposited: 03 Nov 2026 02:45
Last Modified: 03 Nov 2026 02:45
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/59995

Actions (login required)

View Item
View Item