Peran Masjid Baitul Qushwa, Tangse sebagai Ruang Evakuasi Masyarakat Pasca Banjir

Anisa Aulia, 220701023 (2026) Peran Masjid Baitul Qushwa, Tangse sebagai Ruang Evakuasi Masyarakat Pasca Banjir. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Masjid, Ruang Evakuasi, Banjir, Masyarakat, Tangse] Text (Masjid, Ruang Evakuasi, Banjir, Masyarakat, Tangse)
Anisa Aulia, 220701023, Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Arsitektur..pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB)

Abstract

Masjid pada dasarnya berfungsi sebagai tempat ibadah umat Islam, namun dalam konteks masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana, masjid sering mengalami penambahan fungsi menjadi ruang evakuasi masyarakat. Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, merupakan salah satu wilayah yang kerap terdampak banjir bandang, di mana masyarakat secara berulang memanfaatkan Masjid Baitul Qushwa sebagai tempat evakuasi dan pusat aktivitas sosial pasca banjir, khususnya pada peristiwa banjir tahun 2011 dan 2021. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Masjid Baitul Qushwa dalam menjalankan fungsi ganda sebagai tempat ibadah dan ruang evakuasi, mengidentifikasi pola penambahan fungsi ruang, menganalisis faktor-faktor pendukung pemanfaatannya, serta menjelaskan keterkaitannya dengan sistem evakuasi masyarakat pada kawasan mukim yang dinaunginya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan strategi studi kasus. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap kondisi dan penggunaan ruang masjid (termasuk pengukuran denah), wawancara semi-terstruktur dengan 9 narasumber yang mewakili unsur pemerintahan desa, kelembagaan masjid, tokoh masyarakat, serta warga terdampak, dan dokumentasi visual. Analisis data dilakukan melalui model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014), meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperiksa keabsahannya melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Baitul Qushwa menjalankan penambahan fungsi ruang bukan perubahan fungsi ruang sebagai pusat evakuasi, ruang koordinasi, dan wadah solidaritas sosial masyarakat pasca banjir, tanpa fungsi ibadahnya pernah terhenti. Penambahan fungsi paling menonjol terjadi pada lantai dua, yang secara arsitektural berbentuk ring balkon di sekeliling void bangunan, dengan estimasi kapasitas tampung sekitar 79–157 orang. Pemilihan masjid sebagai tempat evakuasi dipengaruhi oleh faktor fisik-arsitektural (lokasi strategis, elevasi bangunan, kapasitas ruang), sosial-budaya (kepercayaan masyarakat terhadap masjid sebagai ruang aman dan netral), serta kelembagaan (posisi sentral dan jaringan pengurus yang dipercaya). Temuan ini menunjukkan bahwa Masjid Baitul Qushwa berperan sebagai titik evakuasi utama bagi masyarakat kawasan mukim yang menaungi tiga gampong, sekaligus menegaskan peran masjid sebagai ruang sosial yang adaptif dalam menghadapi kondisi pasca bencana.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords (Kata Kunci): Masjid, Ruang Evakuasi, Banjir, Masyarakat, Tangse
Subjects: 700 Arts and Recreation > 720 Architecture (Arsitektur) > 725 Arsitektur Stuktur Umum > 725.9 Arsitektur Struktur Umum
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > S1 Arsitektur
Depositing User: Anisa Aulia
Date Deposited: 28 Aug 2026 12:23
Last Modified: 28 Aug 2026 12:23
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/60135

Actions (login required)

View Item
View Item