Rahmatdi, 220705075 (2026) Implementasi WireGuard Sebagai VPN Site-to-Site Pada Mikrotik RouterOS Di Lingkungan Laboratorium Teknologi Informasi. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
Rahmatdi_220705075_Saintek_Ti (2)_watermark.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (15MB)
Abstract
Perkembangan teknologi jaringan meningkatkan kebutuhan komunikasi antarjaringan yang aman dan efisien, termasuk pada lingkungan Small Office/Home Office (SOHO) dengan perangkat router yang memiliki keterbatasan sumber daya komputasi. Penelitian ini mengimplementasikan dan menganalisis WireGuard sebagai VPN site-to-site serta membandingkan karakteristik performanya dengan L2TP/IPsec, OpenVPN, dan SSTP pada router MikroTik berarsitektur MIPSBE single-core. Metodologi penelitian menggunakan Network Development Life Cycle (NDLC) yang disesuaikan dengan tahapan analisis, desain, implementasi, dan monitoring. Evaluasi dilakukan menggunakan pengujian beban TCP dan UDP dengan iPerf3, pengukuran latency menggunakan ICMP ping, serta pemantauan utilisasi CPU dan RAM pada kondisi jaringan ISP asimetris pada siang dan malam hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa karakteristik performa setiap protokol berbeda bergantung pada parameter, arah trafik, dan kondisi waktu pengujian. WireGuard menunjukkan throughput TCP yang lebih tinggi dibandingkan protokol pembanding pada sebagian besar skenario serta kebutuhan sumber daya yang relatif rendah. Pada kondisi siang, WireGuard menghasilkan throughput TCP arah Reverse sebesar 17,86 Mbps dengan utilisasi CPU sebesar 64,75%, sedangkan L2TP/IPsec mencapai 15,54 Mbps dengan utilisasi CPU 94,85%. Penggunaan RAM WireGuard stabil sebesar 37 MB. Pada pengukuran latency, median WireGuard berada pada 5,00–7,00 ms bergantung pada kondisi waktu pengujian. Namun, keunggulan tersebut tidak berlaku pada seluruh parameter. Pada UDP 10 Mbps arah Reverse siang hari, OpenVPN menghasilkan packet loss terendah sebesar 0,093%, dibandingkan L2TP/IPsec sebesar 1,053% dan WireGuard sebesar 2,182%, sedangkan pada kondisi malam L2TP/IPsec menghasilkan packet loss terendah sebesar 0,037%, diikuti WireGuard sebesar 0,056% dan OpenVPN sebesar 0,074%. Berdasarkan hasil tersebut, tidak terdapat satu protokol yang unggul secara mutlak pada seluruh parameter pengujian. WireGuard menunjukkan karakteristik yang menguntungkan pada throughput TCP dan efisiensi penggunaan sumber daya, meskipun terdapat trade-off pada packet loss UDP dalam kondisi dan arah trafik tertentu. Dengan karakteristik tersebut, WireGuard dinilai layak diterapkan sebagai VPN site-to-site pada perangkat MikroTik kelas SOHO yang menjadi objek penelitian, khususnya pada kondisi yang memprioritaskan throughput TCP dan efisiensi sumber daya perangkat, dengan tetap mempertimbangkan trade-off pada keandalan trafik UDP.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | 000 Computer Science, Information and System > 004 Computer Science |
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > S1 Teknologi Informasi |
| Depositing User: | Rahmatdi Rahmatdi |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 03:58 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 03:58 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/60148 |
