Amansyah Putra, 220802042 (2026) Strategi Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Subulussalam Dalam Peningkatan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
AMANSYAH PUTRA_220802042_FISIP_IAN.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (7MB)
Abstract
ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi mendorong transformasi pelayanan publik digital melalui program Identitas Kependudukan Digital (IKD). Namun, tingkat aktivasi IKD di Kota Subulussalam masih tergolong rendah, yaitu hanya mencapai 1,86% dari target nasional sebesar 30%, atau sebanyak 1.249 penduduk dari total 67.087 penduduk yang telah melakukan perekaman KTP-el pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Subulussalam dalam meningkatkan aktivasi IKD dengan menggunakan teori strategi pemerintah dari Geoff Mulgan (2009) yang meliputi lima dimensi, yaitu tujuan (purposes), lingkungan (environment), pengarahan (directions), tindakan (actions), dan pembelajaran (learning). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 12 informan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Disdukcapil Kota Subulussalam telah melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan aktivasi IKD, seperti pelaksanaan sosialisasi di kantor, program jemput bola “Jebol Adminduk”, pemanfaatan media sosial sebagai sarana sosialisasi digital, serta kerja sama lintas sektor. Namun, seluruh informan masyarakat menyatakan belum pernah mengikuti kegiatan sosialisasi IKD yang bersifat formal dan proaktif dari Disdukcapil. Sebagian besar baru mengetahui IKD secara insidental ketika datang ke kantor pelayanan untuk mengurus administrasi kependudukan, sementara sebagian lainnya memperoleh informasi melalui anggota keluarga atau imbauan pimpinan daerah. Penelitian ini juga menemukan adanya perbedaan persepsi antara pimpinan dan staf teknis dalam memahami kondisi lapangan, yang menjadi temuan khas dan belum banyak ditemukan dalam penelitian terdahulu terkait aktivasi IKD. Selain itu, ditemukan beberapa kelemahan, antara lain belum tersedianya SOP tertulis, pelaksanaan sosialisasi yang masih bersifat episodik, saluran pengaduan yang belum diketahui masyarakat, serta evaluasi yang masih berorientasi pada keluaran (output) dan belum berfokus pada hasil (outcome) program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan aktivasi IKD di Kota Subulussalam memerlukan perubahan paradigma dari orientasi keluaran menuju hasil, serta dari pendekatan yang berorientasi pada penyediaan layanan (supply-driven) menuju pendekatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.
Kata kunci: Strategi, Identitas Kependudukan Digital, Pelayanan Publik, Disdukcapil Subulussalam.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 360 Social Problems and Services (Permasalahan dan Kesejahteraan Sosial) > 363 Masalah dan pelayanan sosial lainnya |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan > S1 Ilmu Administrasi Negara |
| Depositing User: | Amansyah Putra |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 04:16 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 04:16 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/60271 |
