Hayatul Lisa, 241007009 (2026) Komunikasi Budaya Tokoh Adat Dalam Proses Inkulturasi Rapai Geleng Di Kecamatan Pante Ceureumen. Tesis thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
tesis lisa.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (3MB)
Abstract
Rapai Geleng merupakan salah satu warisan budaya takbenda masyarakat Aceh yang mengandung nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal. Di wariskan secara turun-temurun di Desa Pante Cermin, Kecamatan Pante Ceureumen. Kesenian ini tidak sekadar berfungsi sebagai pertunjukan tradisional, tetapi juga menjadi media komunikasi budaya dalam proses inkulturasi nilai-nilai Islam dan adat Aceh kepada masyarakat. Namun, arus globalisasi dan perubahan pola hidup masyarakat turut menggeser minat generasi muda terhadap kesenian tradisional, sehingga eksistensi Rapai Geleng menghadapi berbagai tantangan dalam pelestariannya. Dalam kondisi tersebut, tokoh adat memegang peran penting sebagai komunikator budaya yang menjembatani proses pewarisan nilai kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk komunikasi budaya yang dilakukan tokoh adat dalam proses inkulturasi Rapai Geleng, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan eksistensinya di tengah perubahan sosial masyarakat Pante Cermin. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan jenis penelitian lapangan, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis menggunakan teori interaksi simbolik dari Herbert Blumer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh adat melakukan komunikasi budaya melalui dua bentuk yang saling melengkapi yaitu komunikasi verbal, berupa pemberian nasihat, pengajaran syair, dan penyampaian makna budaya dalam Rapai Geleng. Komunikasi nonverbal, berupa keteladanan, simbol budaya, gerakan pertunjukan, dan keterlibatan langsung dalam latihan. Tantangan yang dihadapi tokoh adat meliputi menurunnya minat generasi muda akibat pengaruh budaya digital dan globalisasi, serta keterbatasan dukungan fasilitas pelestarian. Untuk menjawab tantangan tersebut, tokoh adat melakukan pembinaan generasi muda secara berkelanjutan dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi budaya, tanpa mengurangi nilai adat dan keislaman yang menjadi identitas Rapai Geleng.
| Item Type: | Thesis (Tesis) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 302 Interaksi sosial > 302.2 Komunikasi |
| Divisions: | Program Pascasarjana > S2 Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Hayatul Lisa |
| Date Deposited: | 21 Sep 2026 08:46 |
| Last Modified: | 21 Sep 2026 08:46 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/60283 |
