Perspektif Hukum Pidana Islam Terhadap Penanganan Pencuri Kopi Dalam Perma N0.2 Tahun 2012 Melalui Restorative Justice Di Wilayah Hukum Polres Aceh Tengah

Tiara Mahbengi, 220104082 (2026) Perspektif Hukum Pidana Islam Terhadap Penanganan Pencuri Kopi Dalam Perma N0.2 Tahun 2012 Melalui Restorative Justice Di Wilayah Hukum Polres Aceh Tengah. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.

[thumbnail of Perspektif Hukum Pidana Islam Terhadap Penanganan Pencuri Kopi Dalam Perma N0.2 Tahun 2012 Melalui Restorative Justice Di Wilayah Hukum Polres Aceh Tengah] Text (Perspektif Hukum Pidana Islam Terhadap Penanganan Pencuri Kopi Dalam Perma N0.2 Tahun 2012 Melalui Restorative Justice Di Wilayah Hukum Polres Aceh Tengah)
revisi sidang tiara (1).pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (5MB)

Abstract

Penanganan tindak pidana pencurian kopi di Kabupaten Aceh Tengah merupakan permasalahan yang sering terjadi mengingat daerah tersebut merupakan salah satu sentra produksi kopi terbesar di Aceh. Terdapat tiga rumusan masalah dalam penelitian ini; Pertama, bagaimana mekanisme penanganan pencuri kopi melalui restorative justice. Kedua, bagaimana analisis penanganan kasus pencurian kopi melalui restorative justice. Ketiga, bagaimana perspektip hukum pidana Islam terhadap penanganan pencuri kopi melalui restorative justice. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan jenis penelitian kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan aparat kepolisian, keuchik, tokoh masyarakat, serta pihak yang pernah terlibat dalam penyelesaian kasus pencurian kopi melalui restorative justice. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan studi kepustakaan dan dokumentasi sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; Pertama, penyelesaian kasus pencurian kopi melalui restorative justice dilakukan dengan mempertemukan pelaku dan korban melalui proses mediasi yang difasilitasi oleh penyidik kepolisian serta melibatkan aparat desa dan tokoh masyarakat. Kedua, penyelesaian dilakukan melalui kesepakatan damai berupa permintaan maaf, penggantian kerugian, dan komitmen untuk tidak mengulangi perbuatan. Ketiga, penerapan restorative justice dinilai cukup efektif karena mampu memulihkan kerugian korban, mengurangi konflik sosial, serta memberikan kesempatan kepada pelaku untuk memperbaiki diri. Namun demikian, masih terdapat kendala berupa ketidaksepakatan para pihak, keterbatasan kemampuan pelaku dalam mengganti kerugian, serta adanya pandangan masyarakat bahwa penyelesaian damai belum memberikan efek jera yang maksimal. Oleh karena itu, penyelesaian pencurian kopi melalui restorative justice dapat dipandang sesuai dengan prinsip keadilan dan tujuan hukum Islam (maqashid syariah).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.5 Hukum Pidana Islam (Jinayat) > 2X4.52 Perampasan dan Perampokan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Pidana Islam
Depositing User: Tiara Mahbengi
Date Deposited: 28 Aug 2026 11:17
Last Modified: 28 Aug 2026 11:17
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/60297

Actions (login required)

View Item
View Item