Perilaku Masyarakat Dalam Upaya Konservasi Air Bersih di Lingkungan Rumah Tangga di Desa Kuta Trieng Kecamatan Labuhan Haji Barat Aceh Selatan

Rizamul Fachri, 190702108 (2026) Perilaku Masyarakat Dalam Upaya Konservasi Air Bersih di Lingkungan Rumah Tangga di Desa Kuta Trieng Kecamatan Labuhan Haji Barat Aceh Selatan. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Perilaku Masyarakat Dalam Upaya Konservasi Air Bersih di Lingkungan Rumah Tangga di Desa Kuta Trieng Kecamatan Labuhan Haji Barat Aceh Selatan] Text (Perilaku Masyarakat Dalam Upaya Konservasi Air Bersih di Lingkungan Rumah Tangga di Desa Kuta Trieng Kecamatan Labuhan Haji Barat Aceh Selatan)
RIZAMUL FACHRII, 190702108.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (993kB)

Abstract

Ketersediaan air bersih yang berkelanjutan menjadi tantangan di wilayah perdesaan yang belum terjangkau layanan perpipaan, seperti Desa Kuta Trieng, Aceh Selatan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perilaku penghematan air serta menganalisis pengetahuan, sikap, norma sosial, dan persepsi kontrol perilaku masyarakat dalam konservasi air rumah tangga. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi terhadap 30 kepala keluarga secara purposive sampling. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi, persentase, dan rata-rata skor indikator. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan responden berada pada kategori baik (3,97/5). Sikap terhadap penghematan air bersih berkategori sangat baik (3,49/4). Norma sosial dan dukungan lingkungan berada pada kategori baik (3,04/4), sementara perilaku penggunaan air rumah tangga berkategori baik (3,11/4). Persepsi risiko, hambatan, dan harapan berada pada kategori sangat baik (3,42/4). Perilaku hemat air paling konsisten adalah menggunakan pemanfaatan ulang air bekas cucian (2,90). Sebanyak 90% responden khawatir terhadap penurunan kualitas dan pencemaran sumber air di masa mendatang. Meskipun kepedulian tinggi, 70% responden mengaku belum pernah menerima sosialisasi mengenai konservasi air. Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat belum didukung edukasi dan penyebaran informasi yang memadai. Hambatan utama meliputi kebiasaan yang sulit diubah, seperti mematikan keran saat menyabuni badan atau keramas (36,7%), serta anggapan air masih cukup (26,7%). Penelitian menyimpulkan perilaku hemat air masyarakat tergolong baik tetapi belum optimal akibat lemahnya norma sosial eksternal, keterbatasan fasilitas. Diperlukan penguatan edukasi berkelanjutan, perbaikan infrastruktur air, serta pengaktifan peran tokoh masyarakat untuk membentuk budaya hemat air.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 600 Technology (Applied Sciences) > 620 Engineering and Allied Operations (Ilmu Teknik dan Ilmu yang Berkaitan)
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > S1 Teknik Lingkungan
Depositing User: Rizamul Fachri
Date Deposited: 01 Sep 2026 02:51
Last Modified: 01 Sep 2026 02:51
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/60346

Actions (login required)

View Item
View Item