Vivi Nirmawani, 210701097 (2026) Sense of Place Dalam Arsitektur Kontemporer: Studi Fenomenologis Pada Museum Tsunami Aceh. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
SKRIPSI TUGAS AKHIR VIVI.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (7MB)
Abstract
Pascabencana tsunami pada tahun 2004, masyarakat Aceh mengalami peristiwa traumatis yang memengaruhi ingatan bersama dan ikatan perasaan mereka terhadap tempat. Museum Tsunami Aceh hadir sebagai bangunan arsitektur kontemporer yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang area peringatan, intropeksi dan edukasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimaana pengalaman terhadap elemen arsitektur kontemporer membentuk sense of place pada Museum Tsunami Aceh serta bagaimana sense of place tersebut berkontribusi terhadap pembentukan place identity sebgaai ruang memorial pascabencana. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis untuk memahami pengalaman ruang sebagai lived experience. Data diperoleh melalui observasi pengalaman ruang, wawancara mendalam semi-terstruktur dengan pengunjung, dan dokumentasi. Fokus kajian diarahkan pada tiga elemen arsitektur, yaitu pencahayaan, material, dan suara yang di alamai pengunjung melalui skuens ruang Musuem Tsunami Aceh. Analisis dilakukan melalui pengelompokan dan pengkodean data, penyajian data, interpretasi serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil kemudian dipetakan berdasarkan dimensi persepsi, emosi dan memori dalam pembentukann sense of place. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman ruang Museum Tsunami Aceh terbentuk bertahap melalui perubahan stimulus arsitektur dan respons pengunjung sepanjang skuens ruang. Lorong tsunami membangkitkan ketakutan, empati, dan memori traumatik melalui ruang sempit, pencahayaan redup, material beton, dan suara air. Ruang Renungan mendorong refleksi dan pemaknaan historis melalui pencahayaan terarah, material gelap, dan suasana hening. Sumur Doa menghadirkan kesedihan, pengalaman spiritual, dan empati kolektif melalui hubungan antara ruang vertikal, cahaya, nama korban, dan gema doa. Lorong Kebingungan memunculkan disorientasi, reaktivasi trauma, serta transisi menuju rasa lega melalui jalur berkelok dan perubahan pencahayaan. Sementara itu, Jembatan Kedamaian menghadirkan pengalaman yang lebih terbuka dan tenang yang berkaitan dengan harapan, pemulihan, dan solidaritas kemanusiaan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa sense of place pada Museum Tsunami Aceh terbentuk melalui keterkaitan antara pengalaman sensorik, persepsi ruang, respons emosional, memori personal, dan memori kolektif. Keterkaitan tersebut selanjutnya membentuk karakter dan makna Museum Tsunami Aceh sebagai identitas tempat ( place identity yang merepresentasikan memori bencana, kehilangan, refleksi, dan harapan masyarakat Aceh. Kata Kunci: Sense of place, Arsitektur Kontemporer, Fenomenologis Arsitektur, Pengalaman Ruang, Museum Tsunami Aceh
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | 700 Arts and Recreation > 720 Architecture (Arsitektur) |
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > S1 Arsitektur |
| Depositing User: | VIVI NIRMAWANI |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 12:55 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 12:55 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/60393 |
