Efektivitas Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Parkir di Area Terlarang di Kota Banda Aceh (Analisis Menurut UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan)

Nafsan Abidarda, 220106120 (2026) Efektivitas Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Parkir di Area Terlarang di Kota Banda Aceh (Analisis Menurut UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan). Constituo: Jurnal Riset Hukum Kenegaraan & Politik, 5 (2). pp. 1-12. ISSN 2961-8983 (Submitted)

[thumbnail of Efektivitas Hukum, Penegakan Hukum, Pelanggaran Parkir, Area Terlarang] Text (Efektivitas Hukum, Penegakan Hukum, Pelanggaran Parkir, Area Terlarang)
Artikel Nafsan Abidarda 220106120.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB)

Abstract

Pelanggaran parkir di area terlarang merupakan persoalan serius yang mengganggu kelancaran lalu lintas di Kota Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis realitas pelanggaran parkir di area terlarang serta efektivitas penegakan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Metode penelitian yang di gunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif melalui observasi dan wawancara mendalam dengan aparat Dinas Perhubungan, masyarakat dan pelanggar parkir, dan didukung oleh studi dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan mengaitkan hasil temuan di lapangan dengan teori efektivitas hukum Soerjono Soekanto yang mencakup lima faktor: faktor hukum itu sendiri, penegak hukum, sarana dan fasilitas, masyarakat, serta kebudayaan. Hasil penelitian ini menunjukkan pelanggaran parkir di area terlarang masih sering terjadi, berdasarkan data penegakan hukum yang di lakukan oleh petugas Dishub terdapat peningkatan pelanggaran di antara tahun 2024 2025, upaya penegakan hukum yang di lakukan Dishub masih kurang memiliki efek jera bagi pelanggar parkir di area terlarang, berdasarkan data penegakan hukum pihak dishub lebih mengutamakan upaya nonyustisial dari pada yustisial yang dinilai cukup membuat efek jera bagi pelanggar. Dapat disimpulkan yang bahwa penegakan hukum terhadap pelanggaran parkir di area terlarang di Kota Banda Aceh belum efektif, diperlukan penegakan hukum yang lebih tegas dan mengutamakan yustisial yang dapat mengurangi pelanggaran parkir di area terlarang serta di perlukan sosialisasi kepada masyarakat dan kerjasama antara aparat penegak hukum, pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan ketertiban lalu lintas yang berkelanjutan.

Item Type: Article
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 340 Law/Ilmu Hukum > 345 Hukum Pidana
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Ilmu Hukum
Depositing User: Nafsan Abidarda
Date Deposited: 31 Aug 2026 13:19
Last Modified: 31 Aug 2026 13:19
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/60468

Actions (login required)

View Item
View Item