Determination of Child Custody for a Mumayyiz Child Based on the Child’s Choice (A Study of Banda Aceh Sharia Court Decision Number 148/Pdt.G/2022/MS.bna)

Eka Nurul Fatihah, 220101006 (2026) Determination of Child Custody for a Mumayyiz Child Based on the Child’s Choice (A Study of Banda Aceh Sharia Court Decision Number 148/Pdt.G/2022/MS.bna). MAQASIDI: Jurnal Syariah dan Hukum, 6 (2). pp. 1-18. ISSN 2798-9801 (Submitted)

[thumbnail of membahas tentang hukum keluarga] Text (membahas tentang hukum keluarga)
EKA NURUL FATIHAH, 220101006, FSH, HK.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB)

Abstract

Sengketa hak hadhanah terhadap anak yang telah mencapai usia mumayyiz merupakan salah satu persoalan hukum yang sering muncul setelah perceraian. Kompilasi Hukum Islam melalui Pasal 105 huruf (b) dan Pasal 156 huruf (b) memberikan hak kepada anak yang telah berusia dua belas tahun untuk memilih ayah atau ibunya sebagai pemegang hak hadhanah. Penerapan ketentuan tersebut dalam praktik peradilan masih menimbulkan persoalan mengenai kedudukan pilihan anak dalam pertimbangan hakim dan sejauh mana pilihan tersebut dikaitkan dengan kepentingan terbaik bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam Putusan Mahkamah Syar'iyah Banda Aceh Nomor 148/Pdt.G/2022/MS.Bna serta menilai kesesuaiannya dengan ketentuan Kompilasi Hukum Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitis melalui pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Hakim telah menerapkan Pasal 105 huruf (b) juncto Pasal 156 huruf (b) Kompilasi Hukum Islam dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk menyatakan pilihannya, yang kemudian diperkuat melalui penilaian terhadap kemampuan ayah dalam memberikan pengasuhan, pendidikan, pembinaan agama, dan kesejahteraan anak. Pilihan anak untuk tetap diasuh oleh ayah didasarkan pada rasa aman dan nyaman yang lahir dari kesinambungan pengasuhan sejak perceraian, kedekatan emosional dengan ayah, serta stabilitas lingkungan pengasuhan yang telah dirasakannya. Pertimbangan tersebut menunjukkan bahwa pilihan anak tidak dijadikan satu-satunya dasar penetapan hak hadhanah, melainkan dipadukan dengan pembuktian mengenai kelayakan pengasuhan sehingga mencerminkan prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Penelitian ini merekomendasikan agar hakim memberikan pertimbangan yang lebih komprehensif terhadap aspek psikologis anak dan alasan yang mendasari pilihannya, sehingga putusan hadhanah dapat memberikan kepastian hukum, serta memperkuat perlindungan hak-hak anak dalam praktik peradilan.

Item Type: Article
Keywords (Kata Kunci): Hak Asuh Anak, Mumayyiz, Putusan Mahkamah Syar’iyah
Subjects: 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.3 Hukum Perkawinan (Munakahat) > 2X4.37 Menyusui dan Mengasuh / Memelihara Anak
600 Technology (Applied Sciences) > 640 Home and Family Management (Kesejahteraan Rumah Tangga dan Manajemen Keluarga)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Keluarga
Depositing User: Eka Nurul Fatihah Eka
Date Deposited: 31 Aug 2026 04:12
Last Modified: 31 Aug 2026 04:12
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/60555

Actions (login required)

View Item
View Item