Amar Alfarshy, 200201058 (2026) Upaya Aparatur Desa dalam Meningkatkan Pelaksanaan Tajhiz Mayyit di Gampong Ateuk Jawo Banda Aceh. Al-Mudarris : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 9 (3). pp. 1-14. ISSN 2662-1586 (Submitted)
JURNAL AMAR REVISI.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (2MB)
Abstract
Tajhiz mayyit merupakan kewajiban fardu kifayah dalam Islam yang mengandung nilai-nilai keagamaan, sosial, dan pendidikan. Pelaksanaannya di Gampong Ateuk Jawo melibatkan masyarakat, tokoh agama, dan aparatur gampong sebagai bentuk pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, keberlangsungan pelaksanaannya memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk upaya regenerasi pelaksana tajhiz mayyit agar pengetahuan dan keterampilan pengurusan jenazah tidak hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana pelaksanaan tajhiz mayyit di Gampong Ateuk Jawo, Bagaimana upaya aparatur desa dalam meningkatkan pelaksanaan tajhiz mayyit di Gampong Ateuk Jawo Banda Aceh, Apa saja penghambat dan pendukung aparatur desa dalam meningkatkan pelaksanaan tajhiz mayyit di Gampong Ateuk Jawo Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis upaya aparatur desa dalam meningkatkan pelaksanaan tajhiz mayyit di Gampong Ateuk Jawo, Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan jenis dan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan tajhiz mayyit di Gampong Ateuk Jawo telah dilaksanakan sesuai syariat Islam dan mengandung nilai-nilai pendidikan, seperti nilai keimanan, ibadah, akhlak, tanggung jawab, gotong royong, kepedulian sosial, dan ukhuwah Islamiyah. Aparatur gampong juga berupaya meningkatkan pelaksanaannya melalui sosialisasi, pelatihan, pengelolaan dana fardu kifayah, penyediaan fasilitas pendukung, serta regenerasi kader tajhiz mayyit dengan melibatkan generasi muda agar pelaksanaan fardu kifayah dapat berlangsung secara berkelanjutan. Faktor pendukung utama adalah tingginya partisipasi masyarakat dan ketersediaan dana fardhu kifayah, sedangkan hambatan yang dihadapi antara lain adalah status kependudukan yang tidak resmi dan kurangnya pemahaman teknis oleh sebagian anggota pelaksana.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Keywords (Kata Kunci): | Upaya, Aparatur desa, Tajhiz Mayyit |
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 204 Pengalaman, Hidup, Praktik keagamaan 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.1 Ibadah > 2X4.19 Aspek Ibadah Lainnya 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 350 Public Administration and Military Science (Administrasi Negara dan Ilmu Kemiliteran) |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > S1 Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Amar Alfarshy |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 08:02 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 08:02 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/60581 |
