Muhammad Ihsan, 220401030 (2026) Gaya Komunikasi Bahlil Lahadalia Dalam Penyampaian Kebijakan Pemerintah Kepada Publik. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
SKRIPSI IHSAN FIX.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini mengkaji gaya komunikasi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam menyampaikan kebijakan pemerintah kepada publik pada tiga peristiwa: pernyataan mengenai stok BBM nasional, kebijakan distribusi LPG 3 kilogram, dan pemulihan listrik di Aceh. Ketiga pernyataan tersebut memicu beragam interpretasi di masyarakat. Penelitian bertujuan mengidentifikasi gaya komunikasi yang digunakan Bahlil Lahadalia, memahami makna yang terbentuk dari tanda-tanda komunikasi yang ditampilkannya, serta mengungkap respons publik yang terekam dalam pemberitaan media terhadap gaya komunikasi tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis semiotika Charles Sanders Peirce (representamen, objek, interpretant) yang dipadukan dengan teori gaya komunikasi Robert W. Norton. Data primer diperoleh melalui observasi dan dokumentasi terhadap video pernyataan publik Bahlil Lahadalia, dilengkapi data sekunder dari literatur dan pemberitaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi Bahlil Lahadalia didominasi oleh Dominant Style, Open Style, Dramatic Style, dan Impression Leaving Style. Gaya tersebut tercermin dari penyampaian informasi yang tegas dan berorientasi pada data, keterbukaan dalam menjelaskan kebijakan, penggunaan angka-angka spesifik dan pernyataan yang mudah diingat, serta kemampuan meninggalkan kesan kuat di ruang publik. Namun demikian, tanda- tanda komunikasi tersebut dimaknai berbeda oleh masyarakat: sebagian menilai penyampaian informasi sudah transparan, sementara sebagian lain menganggap terdapat kesenjangan antara pernyataan yang disampaikan dengan kondisi di lapangan. Respons publik yang terekam dalam pemberitaan media terhadap ketiga peristiwa tersebut turut menunjukkan pola yang beragam: pada isu stok BBM, pemberitaan media banyak memicu kekhawatiran masyarakat akan potensi kelangkaan; pada isu distribusi LPG 3 kilogram, pemberitaan didominasi kritik terhadap kesenjangan antara tujuan kebijakan dan pelaksanaannya di lapangan; sementara pada isu pemulihan listrik di Aceh, pemberitaan media memunculkan apresiasi sekaligus pertanyaan atas akurasi data yang disampaikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gaya komunikasi seorang pejabat publik berperan penting dalam membentuk pemaknaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah, sehingga ketepatan gaya komunikasi perlu terus diperhatikan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 302 Interaksi sosial > 302.2 Komunikasi 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 302 Interaksi sosial > 302.2 Komunikasi > 302.23 Media (Sarana Komunikasi) |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Ihsan Ihsan |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 12:05 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 12:05 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/60829 |
