Persepsi Pengunjung Terhadap Etika Komunikasi Petugas Parkir : Analisis Qaulan Sadidan dan Qaulan Ma’Rufan di Pantai Ulee Lheue

Dina, 220401005 (2026) Persepsi Pengunjung Terhadap Etika Komunikasi Petugas Parkir : Analisis Qaulan Sadidan dan Qaulan Ma’Rufan di Pantai Ulee Lheue. RETORIKA: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 8 (2). pp. 1-23. ISSN 2715-2103 (Submitted)

[thumbnail of membahas tentang komunikasi dan penyiaran islam] Text (membahas tentang komunikasi dan penyiaran islam)
DINA, 220401005, FDK, KPI.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB)

Abstract

Persoalan retribusi parkir di kawasan wisata pesisir selama ini kerap dipahami sekadar sebagai persoalan administratif, padahal akar masalah yang lebih mendasar terletak pada cara petugas berkomunikasi secara jujur, santun, dan adil kepada pengunjung. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi pengunjung terhadap etika komunikasi petugas parkir di Pantai Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, ditinjau dari prinsip qaulan sadidan dan qaulan ma'rufan dalam perspektif komunikasi Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap 30 informan, terdiri dari 27 pengunjung dan 3 petugas parkir, melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif yang dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi qaulan sadidan relatif terpenuhi pada tataran kejujuran nominal tarif yang konsisten sebesar Rp2.000, namun belum ditopang akuntabilitas sistemik akibat minimnya bukti pembayaran tertulis, sehingga membuka celah bagi dugaan pungutan ganda dan masuknya oknum pungutan liar. Pada dimensi qaulan ma'rufan, kesantunan tutur petugas umumnya masih wajar, tetapi kepatutan waktu penagihan, praktik favoritisme, dan respons terhadap keluhan pengunjung masih menunjukkan inkonsistensi antarpetugas. Idealnya, penagihan retribusi dilakukan menjelang pengunjung hendak pulang, namun dalam praktiknya petugas kerap mendekati pengunjung segera setelah mereka tiba dan duduk, sehingga dirasakan mengganggu kenyamanan dan waktu bersantai pengunjung. Pengunjung juga melaporkan rasa terganggu ketika didatangi untuk ditagih lebih dari satu kali dalam satu kunjungan; meskipun hal ini jarang berujung pada pembayaran ganda yang sesungguhnya, pengulangan permintaan itu sendiri tetap dipersepsikan sebagai pelanggaran terhadap prinsip qaulan sadidan yang menuntut informasi yang konsisten dan dapat diverifikasi, serta qaulan ma'rufan yang menuntut komunikasi yang sesuai konteks dan tidak mengganggu kenyamanan penerima pesan. Temuan ini mengindikasikan etika komunikasi pelayanan parkir belum terpenuhi secara utuh, karena kejujuran verbal tidak selalu diikuti konsistensi prosedural dan keadilan perlakuan. Penelitian ini merekomendasikan agar petugas menyampaikan penjelasan verbal yang jelas dan konsisten, terutama saat pergantian shift dan perselisihan pembayaran; memulai penagihan secara santun tanpa membeda-bedakan pengunjung; serta merespons keluhan dengan penuh perhatian, guna memperkuat praktik qaulan sadidan dan qaulan ma'rufan dalam pelayanan parkir sehari-hari.

Item Type: Article
Subjects: 100 Philosophy and Psychology > 170 Ethics, Moral Philosophy (Etika dan Filsafat Moral)
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Dina Dina
Date Deposited: 01 Sep 2026 08:51
Last Modified: 01 Sep 2026 08:51
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/61006

Actions (login required)

View Item
View Item