Asmanidar, 190401028 (2026) Metode Komunikasi Habib Muda Seunagan Dalam Penyampaian Ajaran Tarekat Syattariyah Di Nagan Raya. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
Asmanidar,190401028.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (1MB)
Abstract
Meskipun tarekat Syattariyah yang dikembangkan Habib Muda Seunagan telah memiliki ribuan pengikut yang tersebar di berbagai wilayah, terdapat tantangan dalam bagaimana metode komunikasi yang digunakan oleh Habib Muda Seunagan dapat diterima secara efektif oleh jamaah maupun masyarakat umum, terutama dalam menjembatani pemahaman ajaran tarekat Syattariyah yang esoteris agar relevan dengan dinamika sosial modern. Dengan demikian, fokus persoalan dalam kajian ini mencakup bentuk penyampaian, substansi pesan, serta berbagai hambatan yang dihadapi Habib Muda Seunagan. Penelitian ini diarahkan untuk menganalisis cara Habib Muda Seunagan menyampaikan ajaran Tarekat Syattariyah, mengidentifikasi materi keagamaan yang dikomunikasikan, dan mengkaji kendala yang muncul dalam proses penyebarannya di wilayah Nagan Raya. Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif dengan rancangan deskriptif. Sumber informasi penelitian meliputi pengelola serta jamaah Tarekat Syattariyah, sedangkan data diperoleh melalui wawancara, pengamatan lapangan, dan penelusuran dokumentasi. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa substansi dakwah yang disampaikan Habib Muda Seunagan berupaya membangun keyakinan masyarakat terhadap kesesuaian ajaran tarekat dengan Al-Qur’an dan Sunah. Selain itu, ia menegaskan kedudukan ibadah serta mendorong terciptanya kehidupan sosial yang harmonis dengan mengajak para pengikut untuk menghormati satu sama lain dan menghindari konflik di antara sesama Muslim. Dalam praktik penyampaiannya, ia menitikberatkan pengalaman spiritual secara langsung, terutama melalui proses baiat kepada mursyid dan pelaksanaan zikir rutin. Pendekatan sufistik juga diterapkan dengan membimbing masyarakat serta jamaah agar senantiasa meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT, sekaligus membentuk karakter yang mencerminkan akhlak Rasulullah SAW melalui penerapan keteladanan dalam aktivitas sehari-hari. Adapun kendala yang dihadapi berkaitan dengan terbatasnya pengetahuan sebagian masyarakat mengenai Tarekat Syattariyah serta munculnya kemungkinan kompetisi dengan kelompok tarekat maupun corak keagamaan lain, termasuk Tarekat Naqsyabandiyah yang cukup banyak diikuti oleh kalangan santri dan ulama dayah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Keywords (Kata Kunci): | Metode Komunikasi, Habib Muda Seunagan, Tarekat Syattariyah |
| Subjects: | 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 302 Interaksi sosial > 302.2 Komunikasi > 302.23 Media (Sarana Komunikasi) |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | ASMANIDAR ASMANIDAR |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 04:04 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 04:04 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/61031 |
