Peran Orang Tua Dan Tokoh Masyarakat Terhadap Pergaulan Laki-Laki Dan Perempuan Selama Masa Tunangan (Studi Kasus Kecamatan Sakti Kabupaten Pidie)

Muksalmina, 200101057 (2026) Peran Orang Tua Dan Tokoh Masyarakat Terhadap Pergaulan Laki-Laki Dan Perempuan Selama Masa Tunangan (Studi Kasus Kecamatan Sakti Kabupaten Pidie). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Peran, Pergaulan, Tunangan] Text (Peran, Pergaulan, Tunangan)
Skripsi Muksalmina 200101057_.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB)

Abstract

Pergeseran praktik pergaulan pasangan bertunangan yang berpotensi melampaui batas syariat Islam serta belum optimalnya peran orang tua dan masyarakat dalam melakukan pengawasan dan pembinaan menjadi masalah dalam penelitian ini. Rumusan masalahnya adalah peran orang tua, peran tokoh masyarakat, serta praktik pergaulan laki-laki dan perempuan selama masa tunangan di Kecamatan Sakti Kabupaten Pidie dalam perspektif fiqh munakahat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam (in-depth interview), dan dokumentasi dengan para orang tua yang memiliki anak usia tunangan serta tokoh masyarakat yang terdiri dari Imum Syik, Keuchik, dan Teungku Gampong di Kecamatan Sakti. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Orang tua di Kecamatan Sakti berperan dominan dalam menjaga pergaulan anak selama masa tunangan melalui bimbingan dan pengawasan berbasis nilai agama dan adat. Pengawasan ini menegaskan batasan pergaulan sesuai syariat Islam agar tunangan tidak disalahartikan sebagai izin berpacaran. Keterlibatan keluarga menjadi upaya penting dalam mempersiapkan anak menuju pernikahan. Tokoh masyarakat berperan aktif mengawasi pergaulan pasangan tunangan melalui pendekatan edukatif, moral, administratif, dan penegakan adat. Tokoh agama dan khatib masjid menegaskan bahwa tunangan masih berstatus ajnabi serta mendorong percepatan pernikahan bila diperlukan. PJ Keuchik bersama perangkat gampong menegakkan aturan adat dan pengawasan wilayah demi menjaga ketertiban dan marwah gampong. Pengawasan pasangan tunangan di Kecamatan Sakti mencerminkan penerapan fiqh munakahat yang selaras dengan adat Aceh dan syariat Islam, dengan menegaskan bahwa tunangan hanya sebatas janji menikah. Sinergi orang tua, tokoh masyarakat, dan lembaga adat menjadi upaya preventif kolektif untuk menjaga kehormatan, keturunan, dan moralitas masyarakat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 301 Sosiologi dan antropologi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Keluarga
Depositing User: Muksal mina
Date Deposited: 01 Sep 2026 07:42
Last Modified: 01 Sep 2026 07:42
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/61039

Actions (login required)

View Item
View Item