Strategi Penertiban Pedagang Kaki Lima Oleh Satpol PP Menurut Qanun Kota Banda Aceh No. 3 Tahun 2007 Tentang Pengaturan Dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima Dan Perspektif Hak Al-Murur

Nurhafiza, 220105054 (2026) Strategi Penertiban Pedagang Kaki Lima Oleh Satpol PP Menurut Qanun Kota Banda Aceh No. 3 Tahun 2007 Tentang Pengaturan Dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima Dan Perspektif Hak Al-Murur. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Strategi Penertiban Pedagang Kaki Lima Oleh Satpol PP Menurut Qanun Kota Banda Aceh No. 3 Tahun 2007 Tentang Pengaturan Dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima Dan Perspektif Hak Al-Murur] Text (Strategi Penertiban Pedagang Kaki Lima Oleh Satpol PP Menurut Qanun Kota Banda Aceh No. 3 Tahun 2007 Tentang Pengaturan Dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima Dan Perspektif Hak Al-Murur)
HASIL FINAL SKRIPSI NURHAFIZA.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (6MB)

Abstract

Penertiban Pedagang Kaki Lima di Kota Banda Aceh masih menjadi persoalan karena sebagian PKL menggunakan badan jalan dan trotoar sebagai tempat berjualan sehingga mengganggu ketertiban dan hak masyarakat dalam menggunakan jalan. Penelitian ini membahas tiga permasalahan, yaitu strategi Satpol PP dan Wilayatul Hisbah dalam menertibkan PKL, penertiban berdasarkan Qanun Kota Banda Aceh Nomor 3 Tahun 2007, serta penertiban dalam perspektif Ḥak al-Murūr. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi penertiban PKL dan menganalisisnya berdasarkan Qanun serta perspektif Ḥak al-Murūr. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif-empiris dengan pendekatan perundang- undangan dan konseptual, melalui wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penertiban dilakukan melalui sosialisasi, teguran, surat peringatan, pengawasan, pembongkaran, serta pengamanan atau penyitaan barang dagangan. Penertiban tersebut memiliki dasar kewenangan dalam Qanun Kota Banda Aceh Nomor 3 Tahun 2007 dan diperlukan untuk menjaga ketertiban serta melindungi hak masyarakat dalam menggunakan jalan dan trotoar sesuai dengan prinsip Ḥak al-Murūr. Namun, pelaksanaannya belum sepenuhnya efektif karena masih terdapat PKL yang kembali berjualan setelah ditertibkan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 340 Law/Ilmu Hukum > 346 Hukum Perdata
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Tata Negara
Depositing User: Nurhafiza Nurhafiza
Date Deposited: 03 Sep 2026 02:23
Last Modified: 03 Sep 2026 02:23
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/61169

Actions (login required)

View Item
View Item