Gambaran Anak Putus Sekolah Terhadap Pendidikan Formal Dilihat Dari Aps Di Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues

Pitria, 220402015 (2026) Gambaran Anak Putus Sekolah Terhadap Pendidikan Formal Dilihat Dari Aps Di Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Gambaran Anak Putus Sekolah] Text (Gambaran Anak Putus Sekolah)
Pitria, 220402015.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan pandangan anak putus sekolah terhadap pendidikan formal dengan menempatkan Angka Partisipasi Sekolah (APS) sebagai konteks keterjangkauan dan partisipasi pendidikan di Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuh informan berusia sekolah yang telah keluar dari pendidikan formal pada jenjang SMP atau SMA. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi informan tidak seragam. Secara kognitif, seluruh informan memahami bahwa pendidikan formal penting untuk memperoleh pengetahuan, ijazah, pekerjaan, dan masa depan yang lebih baik. Secara afektif, empat informan memperlihatkan penilaian positif yang disertai penyesalan, kesedihan, rasa minder, atau keinginan kembali belajar, sedangkan tiga informan menunjukkan sikap ambivalen atau cenderung negatif karena merasa bekerja, membantu keluarga, atau hidup tanpa sekolah memberi manfaat yang lebih langsung. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh kondisi ekonomi keluarga, jumlah tanggungan, jarak sekolah, biaya perjalanan atau tempat tinggal, dukungan keluarga, pengalaman selama bersekolah, pengaruh teman sebaya, dan aktivitas setelah keluar dari sekolah. Jarak tempuh menjadi hambatan penting karena tidak tersedia layanan angkutan pelajar khusus dari pemerintah daerah. Temuan utama penelitian ialah bahwa anak putus sekolah tetap mengakui nilai pendidikan formal, tetapi pengakuan tersebut tidak selalu diikuti keputusan untuk kembali bersekolah karena hambatan struktural dan pengalaman personal. Penanganan perlu dilakukan melalui pendataan individual, konseling, mediasi keluarga, fasilitasi kembali ke sekolah atau program kesetaraan, serta dukungan transportasi dan pembiayaan yang sesuai dengan kondisi geografis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 370 Education (Pendidikan)
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > S1 Bimbingan dan Konseling Islam
Depositing User: Pitria Pitria
Date Deposited: 03 Sep 2026 04:36
Last Modified: 03 Sep 2026 04:36
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/61178

Actions (login required)

View Item
View Item