Strategi Komunikasi Guru dalam Menginternalisasikan Nilai Budaya Aceh Pada Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak (TK) Peunawa Hatee, Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar

Rajihan Alfida, 220401041 (2026) Strategi Komunikasi Guru dalam Menginternalisasikan Nilai Budaya Aceh Pada Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak (TK) Peunawa Hatee, Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of komunikasi dan penyiaran islam] Text (komunikasi dan penyiaran islam)
Rajihan Alfida, 220401041, FDK, KPI.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya internalisasi nilai budaya Aceh sejak usia dini sebagai upaya membentuk karakter dan mempertahankan identitas budaya lokal di tengah pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis strategi komunikasi yang digunakan guru dalam menginternalisasikan nilai budaya Aceh pada anak usia dini serta mengidentifikasi kendala dan upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala tersebut di TK Peunawa Hatee, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara, sedangkan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi guru dilakukan secara terpadu melalui komunikasi verbal dan nonverbal yang diintegrasikan ke dalam kegiatan pembelajaran dan interaksi sehari-hari. Strategi tersebut meliputi kegiatan mendongeng dan bercerita, pembiasaan nilai keislaman, keteladanan dalam kesopanan dan adab, penggunaan bahasa Aceh melalui campur kode dan nyanyian, pengenalan permainan tradisional seperti genteut taloe dan iengkhee, serta keteladanan dan demonstrasi tari tradisional dengan bantuan media digital. Proses internalisasi berlangsung melalui tahapan transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai. Namun, penggunaan bahasa Aceh belum sepenuhnya mencapai tahap transinternalisasi karena anak belum aktif menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari. Kendala yang dihadapi guru meliputi keterbatasan penguasaan bahasa Aceh pada anak, belum adanya kurikulum khusus budaya Aceh, keterbatasan sarana dan media pembelajaran, pengaruh globalisasi dan teknologi digital, serta belum optimalnya dukungan lembaga dan pelatihan bagi guru. Upaya yang dilakukan meliputi penggunaan bahasa campuran, pemanfaatan media sederhana dan teknologi digital, kerja sama dengan orang tua, serta integrasi nilai budaya Aceh dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi guru berperan penting sebagai sarana pewarisan nilai budaya Aceh melalui proses pengamatan, peniruan, pembiasaan, dan pengalaman langsung. Keberhasilan internalisasi budaya juga dipengaruhi oleh dukungan keluarga, ketersediaan sarana pembelajaran, dan kebijakan lembaga pendidikan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 302 Interaksi sosial > 302.2 Komunikasi
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Rajihan Alfida
Date Deposited: 04 Sep 2026 08:35
Last Modified: 04 Sep 2026 08:35
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/61233

Actions (login required)

View Item
View Item