Laisa Tasukni, 220303136 (2026) Penggunaan Ayat Al-Qur’an Untuk Menolak Bala Di Masyarakat Pulau Balai Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
revisi skripsi (1).pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (6MB)
Abstract
Masyarakat pesisir di Pulau Balai secara historis memiliki ketergantungan penuh pada hasil laut serta rentan terhadap ancaman cuaca buruk, badai, dan wabah penyakit. Secara normatif Al-Qur'an diturunkan sebagai syifa' (penawar) dan rahmat yang direspon oleh umat Islam melalui doa dan ikhtiar spiritual murni yang bersandar mutlak kepada kekuasaan Allah SWT tanpa menggeser kemurnian akidah. Namun secara praktis, keberlangsungan tradisi tolak bala berbasis ayat Al- Qur’an di tengah masyarakat kepulauan melahirkan kesenjangan pemaknaan dan friksi eksistensial. Generasi tua cenderung meyakini "keberkahan fisik" media rajah serta kekuatan mistis-ritualistik teks, sementara generasi muda mulai meragukan relevansinya serta menuntut pembatasan agar tidak tergelincir pada praktik khurafat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pandangan masyarakat Pulai Balai terhadap penggunaan ayat-ayat Al-Quran sebagai sarana untuk menolak bala, menganalisis pemaknaan sosiokultural dan teologis masyarakat serta praktek penggunaan ayat-ayat Al-Qur’an, termasuk identifikasi ayat-ayat yang digunakan beserta alasan pemilihannya, bentuk serta tata cara penggunaan ayat-ayat Al- Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Living Qur'an (resepsi fungsional), dan antropologi agama. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis melalui tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat Al-Qur'an yang dominan digunakan meliputi Surah Yasin, Mu’awwidzatain (Surah al-Falaq dan al-Nas), Surah al-Fatihah, dan Ayat Kursi. Praktik ini dilaksanakan melalui dua metode: metode komunal (doa bersama dan mengelilingi batas desa yang dipimpin oleh imam/teungku) serta metode individual (penggunaan rajah, wafaq, atau air doa). Bagi masyarakat Pulau Balai, tradisi ini memfungsikan ayat Al-Qur'an sebagai perisai spiritual sekaligus sarana mempererat kohesi dan solidaritas sosial.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.4 Kumpulan ayat-ayat dan surat-surat tertentu |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Laisa Tasukni |
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 09:13 |
| Last Modified: | 08 Sep 2026 09:13 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/61288 |
