Pentahelix Penanggulangan Bencana Alam Banjir Di Provinsi Aceh

Rizqa Fadlullah, 220802025 (2026) Pentahelix Penanggulangan Bencana Alam Banjir Di Provinsi Aceh. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Pentahelix, Koordinasi, Penanggulangan Bencana Alam, Banjir, Provinsi Ace] Text (Pentahelix, Koordinasi, Penanggulangan Bencana Alam, Banjir, Provinsi Ace)
SKRIPSI RIZQA FADLULLAH_220802025.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB)

Abstract

Provinsi Aceh merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, terutama bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Pada akhir November hingga Desember 2025, bencana banjir besar melanda Kabupaten Aceh Timur, berdampak pada 15 kecamatan dan menyebabkan ratusan ribu warga mengungsi. Penanganan bencana tersebut melibatkan banyak aktor di luar pemerintah, sehingga membutuhkan pendekatan kolaborasi multipihak yang dikenal sebagai model pentahelix, yaitu sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Namun demikian, koordinasi antaraktor pentahelix dalam penanggulangan bencana di Aceh masih belum terjalin secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola koordinasi antaraktor pentahelix serta mengidentifikasi tantangan dan hambatan koordinasi dalam penanggulangan bencana banjir di Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. Data dikumpulkan melalui observasi tidak langsung, wawancara semi terstruktur dengan informan yang terlibat langsung dalam penanggulangan bencana, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola koordinasi pentahelix di Provinsi Aceh telah melibatkan kelima aktor dengan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) sebagai koordinator utama, tetapi koordinasi tersebut masih bersifat situasional dan lebih menonjol pada tahap tanggap darurat dibandingkan tahap pencegahan dan mitigasi. Tantangan utama yang ditemukan meliputi belum optimalnya integrasi peran antar aktor, perbedaan kewenangan dan kapasitas sumber daya, serta lemahnya koordinasi berkelanjutan sejak tahap prabencana.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 350 Public Administration and Military Science (Administrasi Negara dan Ilmu Kemiliteran)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan > S1 Ilmu Administrasi Negara
Depositing User: Rizqa Rizqa Fadlullah Rizqa
Date Deposited: 25 Sep 2026 02:32
Last Modified: 25 Sep 2026 02:32
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/61417

Actions (login required)

View Item
View Item