Penggunaan Mobil Pribadi sebagai Sarana Angkutan Umum di Banda Aceh dalam Perspektif Tasharruf Fi Isti'mal Al-Mal dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Molisa, 121309903 Penggunaan Mobil Pribadi sebagai Sarana Angkutan Umum di Banda Aceh dalam Perspektif Tasharruf Fi Isti'mal Al-Mal dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas Tentang Sosial Masyarakat)
Untitled.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Penggunaan mobil pribadi tidak diperbolehkan dalam hal angkutan jalan di karenakan dinyatakan menyalahi fungsi dari Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009. Pertanyaan penelitian dalam skripsi ini adalah bagaimana perspektif Tasharruf Fi Isti’mal Al-mal terhadap penggunaan mobil pribadi sebagai sarana angkutan umum dan bagaimana perspektif UndangUndang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terhadap penggunaan mobil pribadi sebagai sarana angkutan umum. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), penelitian lapangan (field research) dan penelitian ini menggunakan narrative analisis dengan menggunakan data-data deskriptif. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa penggunaan mobil pribadi tidak dapat sepenuhnya dimanfaatkan sebagai sarana angkutan umum dikarenakan menyalahi dari Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang seharusnya setiap individu dapat memanfaatkan secara bebas atas hartanya baik dalam bentuk konsumtif maupun produktif. Pemilik mobil pribadi dalam menjalankan angkutan umum sangat menyalahi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terdapat pada Pasal 173 tidak memenuhinya segala ketentuan yang telah di tetapkan dalam peraturan adanya izin trayek dan izin pengawasan dari pemerintah. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan melarang penggunaan mobil pribadi dijadikan sebagai sarana angkutan umum dikarenakan mobil pribadi tersebut tidak membayar pajak, tidak masuk terminal, tidak ada izin trayek dan izin pengawasan dari pihak terkait juga tidak terjamin keselamatan sepenuhnya bagi para penumpang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1.Dr. Muhammad Maulana, M.Ag 2.Ihdi Karim Makinara, S.H.I., SH., MH
Uncontrolled Keywords: Mobil Pribadi, Angkutan Umum, Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Tasharruf Fi Isti’mal Al-mal
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat > 2X4.29 Aspek Muamalat Lainnya
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: molisa adhamy
Date Deposited: 13 Sep 2017 09:31
Last Modified: 20 Mar 2018 07:57
URI: http://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/648

Actions (login required)

View Item View Item