Praktek Re-upload Video oleh Youtuber dan Keabsahan Pembayarannya (Suatu Tinjauan dari Perspektif Konsep Hak Ibtikar)

Fazlur Rahman, 140102037 (2018) Praktek Re-upload Video oleh Youtuber dan Keabsahan Pembayarannya (Suatu Tinjauan dari Perspektif Konsep Hak Ibtikar). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Konsep Hak Ibtikar pada Praktek Re-upload Video oleh Youtuber)
Fazlur Rahman.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (5MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Membahas tentang Konsep Hak Ibtikar pada Praktek Re-upload Video oleh Youtuber)
Form B dan Form D.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (349kB) | Preview

Abstract

Youtube adalah sebuah situs web berbagi video yang dibuat oleh tiga mantan karyawan Paypal pada Februari 2005, situs ini memungkinkan Pengguna mengunggah, menonton, dan berbagi video. Perusahaan ini berkantor di San Bruno, California, dan memakai teknologi Adobe Flash Video dan HTML5 untuk menampilkan berbagai macam konten video buatan pengguna, termasuk klip film, klip TV, dan video musik. Selain itu ada pula konten amatir seperti blog video, video orisinil pendek, dan video pendidikan. Youtube saat ini telah menyediakan dua jenis lisensi di situsnya, yaitu perlindungan Hak Cipta (tidak boleh di re-upload oleh pihak lain) dan Perlindungan Creative Commons BY (CC BY) (boleh di re-upload oleh pihak lain). Meskipun demikian bukan berarti tanpa masalah, salah satu masalah yang masih terjadi di Youtube adalah banyaknya kasus-kasus pelanggaran hak cipta di situsnya, seperti praktek re-upload video disini misalnya. Penelitian ini mengkaji bagaimana Keabsahan penghasilan yang diperoleh dari aktivitas re-upload video di Youtube ditinjau dari Perspektif Hak Ibtikar dalam Islam dan Fiqh Muamalah. Penelitian skripsi ini termasuk jenis penelitian Kepustakaan (Library Research), yaitu pengumpulan data dengan menggunakan studi penelaahan terhadap buku-buku, jurnal, dokumen-dokumen cetak, dan dari situs yang ada di internet. Hasil dari penelitian yang dilakukan penulis dalam skripsi ini adalah haram hukumnya praktek re-upload video yang yang dilakukan semata-mata untuk mendapatkan keuntungan pribadi tanpa memberikan royalti kepada produser/label terkait, dengan kata lain perbuatan tersebut sama halnya dengan seorang pedagang menjual barang milik orang lain tanpa seizin pemiliknya atau menjual barang hasil curian, hal ini jelas merugikan pihak pencipta atau pemegang hak cipta karena video yang beredar di youtube tersebut tidak diberikan izin oleh pihak pencipta video untuk menyebarkan ciptaannya tersebut kepada masyarakat dengan menggunakan media situs Youtube. Dalam Islam hak cipta dikenal dengan istilah Haq Ibtikar yaitu hak khusus yang melekat pada pemilik video asli dan bagian dari harta kekayaan intelektual baik yang bersifat materil maupun immateril sehingga harus dilindungi secara hukum. Islam sangat menghargai hak cipta sebagai hak kekayaan pribadi sehingga hak ibtikar ini digolongkan, kedalam Maqashid Syariah untuk menjaga eksistensi kepemilikan harta setiap muslim. Setiap harta yang dihasilkan dari perbuatan re-upload Video didalam Islam dan Fiqh Muamalah adalah haram hukumnya, karena termasuk dalam melanggar hak-hak orang lain secara batil.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : 1. Dr. Bismi Khalidin, S.Ag., M.Si 2. Dr. Jamhir, S.Ag., M.Ag
Uncontrolled Keywords: Hak Ibtikar, Re-upload Video, Youtube, Pelanggaran Hak Cipta
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.5 Hukum Pidana Islam (Jinayat) > 2X4.51 Pencurian
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Fazlur Rahman
Date Deposited: 19 Feb 2019 03:45
Last Modified: 19 Feb 2019 03:45
URI: http://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/6514

Actions (login required)

View Item View Item