Analisis Sistem Honor Pelatih Tarian dalam Perspektif ‘AqadAlIjārah(Suatu Penelitian pada Sekolah-Sekolah di Aceh Besar)

Devi Handayani, 140102005 (2019) Analisis Sistem Honor Pelatih Tarian dalam Perspektif ‘AqadAlIjārah(Suatu Penelitian pada Sekolah-Sekolah di Aceh Besar). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Analisis Sistem Honor Pelatih Tarian dalam Perspektif ‘AqadAlIjārah)
DEVI HANDAYANI.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Honor/upah adalah hak pekerja yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan (adil dan layak) dari pihak sekolah kepada pelatih tari yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja atau kesepakatan kerja. Honor/upah termasuk ke dalam pembahasan al-ijārah, yaitu menggunakan jasa tenaga seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan dengan upah sebagai imbalan jasa atas pekerjaan yang telah dilakukan. Praktek pengupahan pelatih tari di sekolah Aceh Besar terjadi antara pelatih tari dengan kepala sekolah, yang mana pelatih tari tersebut diminta untuk melatih tari/seni kepada siswa-siswi di sekolah tersebut dengan honor/upah yang telah disepakati bersama. Penetapan honor/upah tersebut berbeda-beda tergantung tempat sekolah ia bekerja. Namun saat bekerja ada sebagian pelatih yang diberikan pekerjaan tambahan tanpa diikuti dengan penambahan upah, pembayaran yang menunda sehingga membuat si pelatih merasa tidak rela dan terpaksa dalam bekerja/melatih tari. Pertanyaan penelitian dalam skripsi ini adalah bagaimanakah penetapan sistem honor pada pelatih tarian di sekolah-sekolah Aceh Besar. Apakah sistem penetapan honor pada pelatih tarian telah sesuai dengan perspektif ‘aqad al-Ijārah. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian terhadap pemberian honor/upah pada pelatih tari di sekolah Aceh Besar tersebut tidak sesuai dengan konsep alijārah. Sebagian pelatih tari merasa adanya ketidakadilan dalam pemberian upah, yang mana pada kesepakatan awal pihak pelatih tari hanya diminta untuk melatih tari dengan upah yang telah disepakati. Namun di kemudian hari pihak pelatih tari mendapatkan penambahan jadwal dan pekerjaan dalam mengajarkan yang lain seperti selawat badar untuk persiapan maulid nabi tanpa diikuti dengan adanya tambahan upah/bonus. Padahal honor/upah di dalam Islam harus sesuai dengan prinsip adil dan layak, maksudnya adalah bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan baik itu pekerjaan berat maupun yang ringan, maka harus mendapatkan imbalan/upah sesuai dengan pekerjaan yang telah dilakukan. Kewajiban yang dilakukan dengan hak yang diperoleh harus seimbang, agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau terzalimi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Saifuddin Sa’dan M.Ag 2. Muhammad Iqbal, MM
Uncontrolled Keywords: Honor/upah, ‘Aqad al-ijārah
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 370 Education (Pendidikan) > 379 Isu kebijakan publik menyangkut pendidikan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Devi Handayani
Date Deposited: 20 Jun 2019 03:49
Last Modified: 20 Jun 2019 03:49
URI: http://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/8257

Actions (login required)

View Item View Item