Pergeseran Budaya pada Masyarakat Pidie (Studi pada Pakaian Adat Perkawinan di Gampong Perlak Asan Kabupaten Pidie

Tria Mauliza, 511204027 (2016) Pergeseran Budaya pada Masyarakat Pidie (Studi pada Pakaian Adat Perkawinan di Gampong Perlak Asan Kabupaten Pidie. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas Budaya Islam di Pidie)
Tria Mauliza.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul “Pergeseran Budaya pada Masyarakat Pidie (Studi pada Pakaian Adat Perkawinan di Gampong Perlak Asan Kabupaten Pidie)”. Adapun pergeseran pada pakaian adat merupakan salah satu unsur budaya dari masyarakat, yang kebudayaan dasarnya itu bersifat dinamis (selalu tumbuh dan berkembang). Pergeseran budaya itu terjadi karena pengaruh baik dari luar maupun dari dalam yaitu usaha untuk menyesuaikan dengan kebutuhan yang baru dan menggeserkan unsur-unsur lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui macam-macam pakaian adat perkawinan, penyebab terjadinya pergeseran pada pakaian adat perkawinan dan dampak yang ditimbulkan serta mengetahui nilai-nilai yang terdapat pada pakaian adat perkawinan di Gampong Perlak Asan Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun metodologi penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menghasilkan data deskriptif mengenai kata-kata lisan maupun tertulis dan tingkah laku sehingga menemukan kebenaran, dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakaian adat pada acara perkawinan sudah mengalami pergeseran dari tradisional menjadi modern. Namun pergeseran yang terjadi bersifat kepada bentuk modernisasi yang mana proses perubahan sosial budaya terlihat dari adanya keinginan masyarakat untuk mengenal dan mengikuti perkembangan zaman yang lebih maju. Pakaian adat yang digunakan mengandung suatu nilai atau pesan- pesan yang ingin dicapai oleh si pengantin, baik yang masih digunakan maupun tidak digunakan lagi. Pakaian tradisional yaitu seperti pakaian Aceh, seloyor, sedangkan pakaian modern yang sudah dimodifikasikan adalah pakaian Aceh duyung, baju pengantin india, gaun barbie, kebaya gaun, dan kebaya gamis. Beralihnya pakaian adat tersebut dilihat dari faktor internal, eksternal dan ekonomi. Pergeseran tersebut memiliki dampak positif dan negatif seperti baik buruknya bagi pengantin dan juga masyarakat. Pakaian yang dipakai oleh masyarakat mengandung nilai-nilai sosial dan budaya serta nilai agama yang tidak melenceng dari syariat Islam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1.Dr. Fauzi Ismail M.Si 2.Ruhamah M,Ag
Uncontrolled Keywords: Pergeseran. Budaya. Pakaian Adat Perkawinan
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X6 Sosial dan Budaya > 2X6.1 Masyarakat Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > S1 Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: Marlini Abdurrahman
Date Deposited: 29 Sep 2017 07:52
Last Modified: 29 Sep 2017 07:52
URI: http://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/960

Actions (login required)

View Item View Item