Strategi Pengawasan Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh Terhadap Peredaran Kosmetik Ilegal Melalui Media Sosial Di Kota Banda Aceh

Fitri Rahmawati, 150802089 (2019) Strategi Pengawasan Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh Terhadap Peredaran Kosmetik Ilegal Melalui Media Sosial Di Kota Banda Aceh. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Strategi Pengawasan Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh Terhadap Peredaran Kosmetik Ilegal Melalui Media Sosial Di Kota Banda Aceh)
skripsi FITRI RAHMAWATI.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (12MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengawasan peredaran kosmetik ilegal melalui media sosial serta faktor penghambat dan pendukung pengawasan terhadap peredaran kosmetik ilegal melalui media sosial di Kota Banda Aceh. Penelitian ini di lakukan di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan studi pustaka. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa strategi pengawasan BBPOM di Banda Aceh dalam mengatasi peredaran kosmetik ilegal melalui media sosial dilakukan dengan pengawasan pre market yakni pembuatan notifikasi izin edar terhadap kosmetik dan pengawasan post market yakni adanya pengawasan media online, sistem pengawasan iklan kosmetik, pengawasan melalui aplikasi. Pengawasan yang dilakukan BBPOM di Banda Aceh tersebut masih bersifat pasif. Pengawasan dinilai dengan indikator pengawasan yakni akurat, tepat waktu, objektif dan menyeluruh, terpusat pada titik-titik pengawasan strategik, realistik secara ekonomis, realistik secara organisasional, terkoordinasi dengan aliran kerja organisasi, fleksibel, bersifat sebagai petunjuk dan operasional serta diterima para anggota organisasi. Dimana faktor yang baik hanya realistik secara ekonomis dan diterima anggota organisasi. Faktor yang pendukung adalah adanya kerja sama yang dilakukan oleh BBPOM dengan 13 instansi terkait, sedangkan faktor penghambat adalah keterbatasan sumber daya, kurangnya pengetahuan masyarakat terkait kosmetik ilegal, serta masih banyak masyarakat ingin untuk putih lebih cepat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: pembimbing: 1. Reza Idria, S.H.I., M.A, 2. Siti Nur Zalikha, M.Si,
Uncontrolled Keywords: Strategi Pengawasan, KosmetikI legal, Media Sosial
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X6 Sosial dan Budaya > 2X6.1 Masyarakat Islam > 2X6.177 Kesehatan
300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 305 Kelompok sosial > 305.4 Perempuan
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan > S1 Ilmu Administrasi Negara
Depositing User: Fitri Rahmawati Fitri
Date Deposited: 01 Oct 2019 03:57
Last Modified: 01 Oct 2019 03:57
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/10193

Actions (login required)

View Item View Item
TOP