Hakikat Manusia Menurut Para Mufassir Isyari

Aulia Turrahmi, 140303018 (2019) Hakikat Manusia Menurut Para Mufassir Isyari. ["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined] thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Hakikat Manusia Menurut Para Mufassir Isyari]
Preview
Text (Hakikat Manusia Menurut Para Mufassir Isyari)
Aulia Turrahmi, 140303018, FUF, IAT, 082366983765.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini mengkaji tentang “Hakikat Manusia Menurut Para Mufassir Isyari”. Allah Swt memberikan isyarat tentang adanya tahap pertumbuhan manusia, yakni proses bertahap yang berkaitan satu sama lain dari tanah sampai menjadi manusia. Dalam tafsir isyari tidak saja mengemukakan makna lafal-lafal, sebagaimana yang dikehendaki lafal, tetapi juga menghadapi makna yang dikehendaki isyarat. Tujuan penelitian disini adalah untuk mendeskripsikan lafaz-lafaz tentang manusia dalam Alquran serta untuk menjelaskan konsep manusia menurut tafsir isyari. Jenis penelitian adalah penelitian kepustakaan (Liberary research) menggunakan metode deskriptif kualitatif, seluruh data diperoleh dari studi atau telaah buku-buku, karya ilmiah, serta beberapa literatur lainnya yang berkaitan dengan masalah yang dibahas. Dengan mengolah dan menganalisis data penulis menggunakan metode tafsir maudhu’i atau tematik. Hasil penelitian dapat di simpulkan, bahwa hakikat manusia adalah untuk menyembah Allah Swt, dan setiap manusia memiliki 6 tanggung jawab yaitu: sebagai hamba Allah, harus mengerjakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, sebagai Al-Nas, harus menyambung tali silaturrahmi dan saling menolong sesama manusia, sebagai khalifah Allah, harus menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, sebagai Bani Adam, harus berpegang teguh pada keyakinan bahwa Nabi Adam AS adalah manusia pertama di Bumi dan bukanlah evolusi dari kera, sebagai al-Insan, harus menggunakan kemampuan dalam belajar untuk melakukan hal-hal yang baik, sebagai al-Basyar, harus mempertanggungkan akal pikiran dan perbuatan. Adapun konsep manusia menurut tafsir isyari adalah mendekatkan diri kepada Allah selalu berpegang teguh pada tauhid dan tidak pernah bercampur dengan bid’ah. Mendekatkannya dengan sesuatu yang mereka dapatkan dari para salaf yang merujuk pada golongan terdahulu, yaitu generasi para tabiin yang mengikuti jejak para pendahulunya dan ahli sunnah (Rasulullah Saw, dan para sahabat). Mufassir nya tergolong ke dalam kelompok orang-orang yang berakhlak mulia, sempurna imannya, lagi bersih pengetahuannya. Qusyairi salah satu tokoh mufassir isyari, dikenal sebagai orang yang berjasa dalam mengkompromikan antara syari’ah dan hakikat serta mengembalikan landasan tasawuf ke asalnya yaitu Alquran. Tafsir Isyari ini tidak memungkinkan dikonsumsi bagi kaum awam, dikarenakan adanya kekhawatiran bagi orang yang membacanya, menganggap bahwa makna itulah makna yang dikehendaki oleh Alquran.

Item Type: Thesis (["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined])
Additional Information: Pembimbing I : Dr. Husna Amin, M. Hum Pembimbing II : Furqan Lc, M.A
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X5 Akhlak dan Tasawuf > 2X5.2 Tasawuf
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Aulia Turrahmi
Date Deposited: 17 Dec 2019 04:03
Last Modified: 17 Dec 2019 04:03
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/10506

Actions (login required)

View Item
View Item