Nilai Keberagamaan Pedagang Ikan Pasar Peunayong (Studi Kasus Terhadap Para Pedagang Ikan Di Peunayong Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh)

Jamilah, 140302015 (2019) Nilai Keberagamaan Pedagang Ikan Pasar Peunayong (Studi Kasus Terhadap Para Pedagang Ikan Di Peunayong Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh). Skripsi thesis, UIN AR-RANIRY.

[img]
Preview
Text (Nilai Keberagamaan Pedagang Ikan Pasar Peunayong (Studi Kasus Terhadap Para Pedagang Ikan Di Peunayong Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh))
Jamilah, 140302015, FUF, SAA, 085373484132.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (7MB) | Preview

Abstract

Agama mengajarkan bahwa mencari rezeki merupakan bagian dari mencari karunia Tuhan. Umat beragama diperintahkan untuk melakukan usaha produktif, seperti menanam pohon, membuka lahan pertanian, melakukan berbagai kegiatan yang menghasilkan jasa bagi orang lain, seperti mengajar, bertukang, berdagang dan lainnya. Dalam menjalankan usaha tersebut harus diperhatikan norma halal dan haram. Mengenai usaha untuk mencari rezeki karena Tuhan diharapkan memberi tambahan harapan dan optimis karena Tuhan adalah yang Maha Kaya dan Maha Pengasih kepada hamba-Nya. Di samping itu, hal yang berkaitan kerja mencari rezeki karena Tuhan supaya tidak melakukan penipuan, pemerasan, dan perampasan terhadap orang lain, supaya menjaga diri agar diperoleh rezeki yang halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana nilai keberagamaan pedagang ikan pasar Peunayong dan mengetahui bagaimana faktor yang mempengaruhi semangat kerja pedagang ikan pasar Peunayong. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Proses pengumpulan data ini selama 4 hari melalui observasi langsung, wawancara dilakukan terhadap 17 orang, terdiri dari 11 laki-laki dan 6 perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pedagang ikan pasar Peunayong memahami apa yang menjadi keyakinan yang harus di taati segala perintah dan meninggalkan apa yang harus ditinggalkan. Adapun alasannya yang selalu melaksanakan shalat wajib lima waktu secara rutin adalah beranggapan bahwa shalat wajib lima waktu salah satu kewajiban yang harus dilaksanakannya yang akan mendapat imbalan pahala, sebaliknya apabila tidak mengerjakannya akan mendapatkan ganjaran dosa. Di samping itu, shalat wajib lima waktu tidak memberatkan karena dilaksanakan cuma sebentar saja, bahkan dengan melaksanakannya secara tidak langsung juga sambil beristirahat. Sebagai pedagang ikan bersyukur dapat hidup bahagia bersama keluarga dengan menafkahi keluarga dengan halal, yang terpenting sebagai umat Islam shalat lima waktu jangan ditinggalkan. Pedagang ikan pasar Peunayong termasuk orang-orang yang bekerja keras, baik laki-laki maupun perempuan, semangatnya mereka bekerja demi memenuhi rumah tangga, ada beberapa Ibu-ibu yang rela menjadi pedagang ikan, bahkan semangatnya luar biasa demi mendapatkan uang untuk menyekolahkan anak-anak ke jenjang lebih tinggi dan yang terpenting kewajiban seorang muslim tidak dilupakan walaupun sedang berdagang

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : Dra. Suraiya IT, MA., Ph.D Pembimbing II : Mawardi, S.Th.I, MA
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X6 Sosial dan Budaya > 2X6.1 Masyarakat Islam > 2X6.15 Kelompok Sosial
300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 360 Social Problems and Services (Permasalahan dan Kesejahteraan Sosial) > 363 Masalah dan pelayanan sosial lainnya
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Ilmu Perbandingan Agama
Depositing User: Jamilah Jamilah
Date Deposited: 13 Jan 2020 04:13
Last Modified: 13 Jan 2020 04:13
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/10774

Actions (login required)

View Item View Item
TOP