Persepsi Masyarakat Terhadap Mantan Narapidana Koruptor Pada Pemilu di Aceh Tahun 2019 (Studi Kasus : Pemilu Anggota DPD Tahun 2019 di Banda Aceh dan Aceh Besar)

Elmira Yuliana, 150801078 (2019) Persepsi Masyarakat Terhadap Mantan Narapidana Koruptor Pada Pemilu di Aceh Tahun 2019 (Studi Kasus : Pemilu Anggota DPD Tahun 2019 di Banda Aceh dan Aceh Besar). ["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined] thesis, UIN Ar-Raniry.

[thumbnail of Persepsi Masyarakat Terhadap Mantan Narapidana Koruptor Pada Pemilu di Aceh Tahun 2019 (Studi Kasus : Pemilu Anggota DPD Tahun 2019 di Banda Aceh dan Aceh Besar)]
Preview
Text (Persepsi Masyarakat Terhadap Mantan Narapidana Koruptor Pada Pemilu di Aceh Tahun 2019 (Studi Kasus : Pemilu Anggota DPD Tahun 2019 di Banda Aceh dan Aceh Besar))
Elmira Yuliana, 150801078, FISIP, IP, 082277111226.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Di Indonesia khususnya di Aceh dilaksanakan Pemilu Serentak yang bertepatan pada 17 april 2019, fenomena yang saat ini menjadi perhatian adalah lolosnya mantan narapidana koruptor untuk mencalonkan diri sebagai calon anggota DPD Tahun 2019. Namun tidak sedikitnya terjadi pro dan kontra dari berbagai pihak. Pada 19 Februari 2019 lalu, KPU mengumumkan 81 daftar nama anggota calon legislatif yang berstatus mantan narapidana koruptor, salah satunya adalah Abdullah Puteh yang berasal dari Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan/persepsi masyarakat terhadap mantan narapidana koruptor yang mencalonkan diri pada Pemilihan Anggota DPD Tahun 2019 serta untuk mengetahui alasan masyarakat memutuskan untuk memilih atau tidak memilih mantan narapidana koruptor tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran (Mixed Methods) yang dilakukan dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian dalam skripsi ini adalah: (a) Masyarakat mengenal Abdullah Puteh, mengetahui jika beliau mencalonkan diri pada pemilihan anggota DPD Tahun 2019 lalu, tetapi sebagian besar masyarakat belum mengetahui bahwa Abdullah Puteh pernah terjerat kasus korupsi. Selain itu, masyarakat juga tidak mengetahui bahwa ada mantan narapidana kopruptor yang diloloskan pada pemilihan anggota DPD Tahun 2019 lalu, padahal narapidana itu sendiri adalah Abdullah Puteh yang merupakan mantan Gubernur Aceh periode 2000-2005. (b) masyarakat menyatakan tidak akan memilih mantan narapidana koruptor karena dianggap merugikan rakyat dan negara. Walaupun ada beberapa masyarakat yang menyatakan bersedia untuk memilih kembali karena beranggapan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama, terlepas dia koruptor ataupun bukan, karena memilih dan dipilih merupakan hak seseorang sebagai warga negara seperti yang tercantum dalam Undang-Undang No. 39 Tahun 1999. (c) Jika dilihat dari persepsi masyarakat, terdapat beberapa pandangan yang bersifat variatif, dimana sebagian besar masyarakat berasumsi negatif terhadap mantan narapidana koruptor tersebut. Masyarakat merasa kecewa terhadap keputusan yang memperbolehkan mantan narapidana koruptor untuk mencalonkan diri pada pemilihan anggota DPD 2019, karena dianggap akan merugikan bangsa dan negara jika beliau terpilih lagi.

Item Type: Thesis (["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined])
Additional Information: Pembimbing: 1. Dr. Muhammad M.Ed 2. Aklima S.Fil,.MA
Uncontrolled Keywords: Masyarakat, Mantan Narapidana Koruptor, Pemilihan Anggota DPD.
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X6 Sosial dan Budaya > 2X6.2 Politik
300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 302 Interaksi sosial > 302.5 Hubungan individu dengan masyarakat
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan > S1 Ilmu Politik
Depositing User: Elmira Yuliana
Date Deposited: 27 Jan 2020 03:46
Last Modified: 27 Jan 2020 03:46
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/10870

Actions (login required)

View Item
View Item