Maqamat dan Ahwal Menurut Pandangan Ulama Sufi Studi Komparatf Antara Aceh Dan Selangor

Mohd Khairul Azman Bin Tengah, 160301043 (2020) Maqamat dan Ahwal Menurut Pandangan Ulama Sufi Studi Komparatf Antara Aceh Dan Selangor. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry.

[img]
Preview
Text (Maqamat dan Ahwal Menurut Pandangan Ulama Sufi Studi Komparatf Antara Aceh Dan Selangor)
Mohd Khairul Azman Bin Tengah, 160301043, FUF, AFI, +60194245339.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Skripsi berjudul “Maqamat dan Ahwal Menurut Pandangan Ulama Sufi Studi Komparatif Antara Aceh dan Selangor.” Secara historis, maqamat dan ahwal memang telah di praktikkan dari masa nabi, para sahabat, tabii’ dan tabi’in, sehingga ilmu ini tersebar hingga ke nusantara khususnya di Aceh dan Malaysia. Maka dipahami juga maqamat dan ahwal ini suatu bentuk tarbiyah dari si mursyid atau guru kepada sang murid yang ingin sampai kepada Allah. Maqamat dan Ahwal merupakan satu pembahasan dalam bidang tasawuf, tetapi dalam hal ini sering terjadi salah faham dalam mendudukkan pengertian tasawuf secara tepat. Maqamat merupakan suatu keadaan yang mana ia ditempuh oleh si salik dalam keadaan bermujahadah. Sifatnya menetap dan wajib ditempuh secara bertahap. Sedang ahwal merupakan suatu hal keadaan yang dilalui secara natural tanpa adanya mujahadah, sifatnya tidak menetap dan ia hadir bagaikan pancaran cahaya (lama’at). Penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman ulama sufi di Aceh dan Selangor berkenaan dengan maqamat dan ahwal. Dalam penelitian ini juga, penulis menggunakan pendekatan penelitian lapangan (field research) yaitu memaparkan dan mengambarkan keadaan serta fenomena yang lebih jelas mengenai situasi yang terjadi, maka jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa di dalam Maqamat dan ahwal di nusantara, khususnya di Aceh dan Malaysia, mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Perbedaan di antara keduanya begitu kecil, hanya dalam menetapkan kebutuhan terhadap mursyid, untuk seseorang yang majzub mereka tidak diperbolehkan dalam mengambil anak murid dan ditarbiyahkan, karena mereka yang majzub tidak melalui proses maqamat yang secara berperingkat. Perbedaan lain diantara maqamat orang awam dan ahli sufi adalah pada perasaan rasa yang terkadangkala sukar untuk diungkapkan dan diceritakan kepada orang yang tidak mengalaminya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : Dr. Lukman Hakim, M.Ag Pembimbing II : Zuherni AB, M.Ag
Uncontrolled Keywords: Maqamat, Ahwal, Mursyid.
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X5 Akhlak dan Tasawuf
200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X7 Filsafat dan Perkembangan > 2X7.1 Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Aqidah
Depositing User: Mohd Khairul Azman Bin Tengah
Date Deposited: 07 Feb 2020 02:52
Last Modified: 07 Feb 2020 02:52
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/10944

Actions (login required)

View Item View Item
TOP