Istri Yang Bekerja Dan Hubungannya Terhadap Peningkatan Angka Perceraian Di Mahkamah Syar’iyyah Blangkejeren (Studi Kasus Tahun 2015-2017)

Ferra Hasanah, 150101015 (2019) Istri Yang Bekerja Dan Hubungannya Terhadap Peningkatan Angka Perceraian Di Mahkamah Syar’iyyah Blangkejeren (Studi Kasus Tahun 2015-2017). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry.

[img]
Preview
Text (Istri Yang Bekerja Dan Hubungannya Terhadap Peningkatan Angka Perceraian Di Mahkamah Syar’iyyah Blangkejeren (Studi Kasus Tahun 2015-2017))
Ferra Hasanah, 150101015, FSH, HK.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Meningkatnya angka perceraian dikalangan masyarakat Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues berdasarkan fakta yang diperoleh dari Mahkamah Syar’iyyah Blangkejeren, pada tahun 2015 jumlah perceraian sebanyak 63 perkara, tahun 2016 jumlah perceraian sebanyak 69 perkara, terakhir pada tahun 2017 jumlah perceraian sebanyak 100 perkara. Oleh karena itu, penulis merumuskan masalah bagaimana hubungan antara faktor istri yang bekerja terhadap peningkatan angka perceraian di Mahkamah Syar’iyyah Blangkejeren, bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap istri yang bekerja untuk menafkahi keluarga. Dengan permasalahan di atas penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis dalam skripsi ini yaitu wawancara, dokumentasi dan penelitian perpustakaan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues hubungan antara faktor istri yang bekerja terhadap peningkatan angka perceraian di Mahkamah Syar’iyyah Blangkejeren sangat tinggi, hal ini di buktikan dengan jumlah perceraian akibat alasan istri bekerja. Pada tahun 2015 sebanyak 35 kasus, pada tahun 2016 sebanyak 59 kasus dan pada tahun 2017 sebanyak 63 kasus, dengan demikian hubungan antara faktor istri yang bekerja terhadap peningkatan angka perceraian di Mahkamah Syar’iyyah Blangkejeren sangat tinggi. Tinjauan Hukum Islam terhadap istri yang bekerja untuk menafkahi keluarga, tentang diperbolehkannya seorang wanita bekerja. Menurut Abdullah bin Muhammad Alu Syaikh, mengatakan sebuah pemakluman yang harus diterima sebab dalam kondisi darurat di rumah tangga perempuan sangat dianjurkan untuk membantu perekonomian keluarga (nafkah). Para istri boleh bekerja di luar rumah menurut profesi bidangnya sendiri, maupun bekerja bersama orang lain, selama istri mampu bekerja menurut peran dan pekerjaan tersebut dilakukan dengan suasana terhormat, dapat memelihara agama dan menghindari dari dampak-dampak negatif terhadap diri, keluarga maupun lingkungan sosialnya. Adapun Huzaimah T. Yanggo mengigatkan Islam mentolerir adanya istri yang bekerja sebagai penanggung jawab dalam keluarga, dengan perkembangan zaman yang mempegaruhi tatanan kehidupan yakni, menyebabkan manusia disesak oleh kebutuhan-kebutuhan baru dengan mengubah kebutuhan-kebutuhan yang semula yang bersifat sekunder menjadi kebutuhan primer.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : Edi Darmawijaya, S.Ag., M.Ag Pembimbing II : Riadhus Sholihin, S.Sy., MH
Uncontrolled Keywords: Istri Yang Bekerja, Peningkatan, Perceraian
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.3 Hukum Perkawinan (Munakahat) > 2X4.33 Perceraian
600 Technology (Applied Sciences) > 640 Home and Family Management (Kesejahteraan Rumah Tangga dan Manajemen Keluarga)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Keluarga
Depositing User: Ferra Hasanah
Date Deposited: 21 Feb 2020 03:15
Last Modified: 21 Feb 2020 03:15
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/11069

Actions (login required)

View Item View Item
TOP