Amār Ma’rūf Nahi Munkar Menurut Sayyid Quṭb Kajian Tafsīr Fī Ẓilālil Qur’ān

Amirul Hadi Bin Khairuddin, 341303438 (2019) Amār Ma’rūf Nahi Munkar Menurut Sayyid Quṭb Kajian Tafsīr Fī Ẓilālil Qur’ān. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Amār Ma’rūf Nahi Munkar Menurut Sayyid Quṭb Kajian Tafsīr Fī Ẓilālil Qur’ān)
Amirul Hadi Bin Khairuddin, 341303438.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Pemasalahan judul skripsi ini adalah berkenaan dengan latarbelakang penafsiran amār ma’rūf nahi munkar menurut Sayyid Quṭb dalam tafsirnya fī Ẓilālil Qur’an karena masa hidupnya Sayyid Quṭb melakukan dakwah untuk mencegah kemunkaran, ada kaitannya dengan tafsir ini yang beliau tulis di penjara, maka bagaimana pengaruh historis penafsiran Sayyid Quṭb dalam tafsirnya fī Ẓilālil Qur’an dalam konteks amār ma’rūf nahi munkar. Cara pelaksanaan dan penegakan amār ma`rūf nahi munkar menurut Sayyid Quṭb dan yang melatarbelakanginya. Tujuannya untuk mendeskripsikan pengertian amār ma`rūf nahi munkar dan untuk menggambarkan bagaimana pelaksanaan dan penegakannya menurut Sayyid Quṭb. Penulis menggunakan penelitian library research, yaitu dengan mengumpulkan data-data dan mengkaji bahan-bahan kepustakaan yang terdiri dari data primer yaitu Tafsir Fi Ẓilālil Qur’an dan sekunder, kitab-kitab tafsir yang meliputi, Tafsir Ibnu Kathir, Tafsir Misbah dan Tafsir Maraghi. Adapun data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode maudhū’i. Hasil penelitian yaitu amār ma’rūf nahi munkar adalah suatu ungkapan yang merupakan suatu tugas ibadah atau perintah Allah yaitu menyuruh kepada yang baik dan mencegah yang jahat. Dalam al-Qur’an penyebutan amār ma’rūf nahi munkar secara utuh berulang 9 kali dalam 5 surat. Pelaksanaan dan Penegakan Amār Ma`rūf Nahi Mungkar dengan cara menyuruh berbuat yang ma’rūf dan melarang yang munkar, mempersiapkan bekal ibadah yaitu mendirikan shalat dan bersabar, memiliki dua pilar yaitu iman, taqwa dan ukhuwah, harus memiliki suatu kekuasaan atau komunitas dakwah, umat Islam harus menjadi pemimpin, harus memiliki juru dakwah untuk melawan thagūt yang bengis. Pokok utama dalam menyampaikan amār ma’rūf yaitu dengan mengakui uluhiyyah Allah swt dan pokok utama dari mencegah kemunkaran yaitu mencegah thagūt. Faktor Yang Melatarbelakangi Penafsiran Sayyid Quṭb terhadap ayat Amār Ma`rūf Nahi Mungkar yaitu beliau bergabung dengan gabungan Ikhwanul Muslimin, maka erat hubungannya antara beliau dengan penafsiran ini karena beliau adalah seorang pendakwah yang bergabung dalam suatu gabungan. Dalam menafsiran ayat mengenai amār ma’rūf nahi munkar beliau menafsirkan bahwa syarat seorang pendakwah harus memiliki iman, taqwa dan ukhuwah serta memiliki sebuah organisasi untuk memberantas yang munkar dan menyuruh kepada kebaikan, seorang muslim harus menjadi pemimpim agar bisa memberantas kemunkaran. Maka dalam penafsiran Sayyid Quṭb berkenaan dengan ayat-ayat Amār Ma`rūf Nahi Mungkar terdapat hubungan dengan kehidupan sosialnya sebagai pendakwah dengan bergabung dalam satu organisasi yaitu Ikhwān al-Muslimīn.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : Dr. Abd Wahid, M.Ag Pembimbing II : Zainuddin, S.Ag, M.A
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.3 Tafsir Al-Qur'an > 2X1.31 Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Amirul Hadi Bin Khairuddin
Date Deposited: 05 Mar 2020 04:10
Last Modified: 05 Mar 2020 04:10
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/11206

Actions (login required)

View Item View Item
TOP