Analisis Sistem Sukatan Pada Transaksi Jual Beli Bibit Ikan Nila Pada Masyarakat Kabupaten Nagan Raya Menurut Fiqh Muamalah (Studi Terhadap Kejelasan Ma’qud Alaih dalam Transaksi)

Rahma Lisa, 150102007 (2019) Analisis Sistem Sukatan Pada Transaksi Jual Beli Bibit Ikan Nila Pada Masyarakat Kabupaten Nagan Raya Menurut Fiqh Muamalah (Studi Terhadap Kejelasan Ma’qud Alaih dalam Transaksi). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Tentang sukatan pada transaksi jual beli)
Rahma Lisa, 150102007,FSH, HES, 085314274351.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (7MB) | Preview

Abstract

Jual beli adalah suatu perjanjian tukar menukar benda atau barang yang mempunyai nilai secara sukarela di antara kedua belah pihak sesuai dengan perjanjian atau ketentuan yang telah dibenarkan syara' dan disepakati. Setiap transaksi dalam Islam harus didasarkan pada prinsip kerelaan antara kedua belah pihak sama-sama ridha. Mereka juga harus mempunyai informasi yang jelas dan sama sehingga tidak ada pihak yang merasa dicurangi (ditipu). Islam sangat melarang manipulasi, kecurangan, ketidakjelasan, dan penutupan informasi dalam transaksi perdagangan, keterbukaan dan transparasi dalam perdagangan merupakan salah satu syarat terbentuknya suatu transaksi yang adil dan jujur. Pada masyarakat Nagan Raya bisnis jual beli bibit ikan Nila dilakukan dengan menggunakan sistem sukatan. Dalam hipotesa penulis sistem jual beli bibit ikan Nila mengandung ketidakjelasan dalam transaksi dan sistem sukatan atau perhitungan bibit ikan Nila. Pertanyaan penelitian dalam skripsi ini adalah 1.bagaimana sistem jual beli bibit ikan Nila yang dilakukan oleh masyarakat Nagan Raya, 2.bagaimana transaksi jual beli bibit ikan Nila di masyarakat Kabupaten Nagan Raya pada kejelasan ma’qud alaih berdasarkan tinjauan fiqh muamalah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil dalam penelitian ini pada sistem jual beli bibit ikan Nila di Nagan Raya dengan menggunakan sistem sukatan dimana sukatan pertama dijadikan patokan untuk sukatan selanjutnya yang mana sukatan pertama dihitung perekor bibit ikan Nila dan untuk selanjutnya tidak dihitung lagi. Padahal dalam sistem yang dijalankan sekarang oleh masyarakat Nagan Raya jelas sangat merugikan karena jika bibit ikan Nila adalah kecil-kecil maka ketika disukat akan masuk banyak dan jika bibit ikan Nila besar-besar maka yang masuk akan sedikit, disini terjadilah ketidakjelasan pada sistem sukatan yang dilakukan masyarakat ketika ada masyarakat yang merasa bibit ikan Nila kekurangan dan melapor kepada penjual tetapi ada sesekali penjual menambahkan bibit ikan Nila yang kurang tersebut. Sistem jual beli dengan menggunakan sukatan oleh masyarakat Nagan Raya sudah sesuai dengan fiqh muamalah dimana dalam Islam sudah diatur dan dijelaskan tentang jual beli jizaf (sukatan) itu dibolehkan dengan memenuhi beberapa syarat yang telah ditetapkan baik oleh ulama Mazhab, ulama Malikiyyah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing 1. Dr. M. Yusran hadi, Lc., Ma 2. Azka Amalia Jihad, S.Hi., M.E.I
Uncontrolled Keywords: Sukatan, Transaksi, Ikan Nila
Subjects: 200 Religion (Agama)
200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Rahma 150102007 lisa
Date Deposited: 06 Mar 2020 02:50
Last Modified: 06 Mar 2020 02:50
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/11218

Actions (login required)

View Item View Item
TOP