Keluarga Berencana dalam Perspektif Sosio-Kultural Masyarakat Syariat (Studi tentang Pandangan Masyarakat Aceh terhadap Pemakaian Alat Kontrasepsi)

Anton Widyanto, 2009107601 and Marzuki Abubakar, 2001018402 and Mumtazul Fikri, 2030058202 and Eddy Munawar, . (2017) Keluarga Berencana dalam Perspektif Sosio-Kultural Masyarakat Syariat (Studi tentang Pandangan Masyarakat Aceh terhadap Pemakaian Alat Kontrasepsi). Jurnal Keluarga Berencana, 2 (1). pp. 22-33. ISSN 1460446342

[img]
Preview
Text (Artikel Keluarga Berencana dalam Perspektif Sosio-Kultural Masyarakat Syariat (Studi tentang Pandangan Masyarakat Aceh terhadap Pemakaian Alat Kontrasepsi))
Artikel Jurnal KB_Anton.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (465kB) | Preview

Abstract

Program Keluarga Berencana di Aceh masih menemui beberapa permasalahan saat substansi program bersinggungan dengan nilai-nilai keislaman dan sosio kultural masyarakat. Penelitian berikut berupaya untuk menemukan solusi permasalahan tersebut, agar implementasi kebijakan pemerintah dapat berjalan dengan sukses. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data penelitian ini meliputi:, wawancara mendalam, focus group discussion (FGD) dan observasi. Lokasi penelitian meliputi: Kota Subulussalam, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Aceh Utara. Total informan adalah sebanyak 56 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, persepsi masyarakat Aceh terhadap program keluarga berencana cukup positif, hanyasaja pendekatan program perlu disesuaikan dengan kondisi sosial budaya, strata ekonomi, tingkat pendidikan dan tafsir agama dalam masyarakat. Kedua, aspek yang perlu dibenahi oleh BKKBN yaitu: (1) merumuskan kembali slogan program yang sesuai dengan kearifan lokal masyarakat Aceh dan menghindari gesekan antara bahasa yang digunakan dengan budaya setempat; (2) perlu pemisahan antara audien laki-laki dan perempuan pada saat pelaksanaan sosialisasi program mengingat pencampuran (ikhtilath) jenis kelamin sangat tabu dalam masyarakat Aceh terutama di daerah pedesaan; (3) perlunya evaluasi terhadap sebaran jumlah fasilitator (penyuluh) program terutama di daerah terpencil dan pedalaman; (4) perlunya optimalisasi peran tokoh agama dalam sosialisasi program terutama di daerah yang dikenal resistensinya terhadap program KB; (5) perlunya optimalisasi penyuluhan program KB bagi laki-laki.

Item Type: Article
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X6 Sosial dan Budaya > 2X6.1 Masyarakat Islam
200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X6 Sosial dan Budaya > 2X6.1 Masyarakat Islam > 2X6.177 Kesehatan
200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X6 Sosial dan Budaya > 2X6.1 Masyarakat Islam > 2X6.15 Kelompok Sosial
Divisions: Program Pascasarjana > S2 Ilmu Agama Islam
Depositing User: Dr. Anton Widyanto
Date Deposited: 02 Jun 2020 15:38
Last Modified: 02 Jun 2020 15:38
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/11682

Actions (login required)

View Item View Item
TOP