Labelling Tehadap Mantan Narapidana ditinjau dari Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Gampong Mesjid Bambong Kabupaten Pidie)

Rini Santia, 141310199 (2019) Labelling Tehadap Mantan Narapidana ditinjau dari Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Gampong Mesjid Bambong Kabupaten Pidie). ["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined] thesis, UIN AR-RANIRY.

[thumbnail of Labelling Tehadap Mantan Narapidana  ditinjau dari Perspektif  Hukum Islam (Studi Kasus di  Gampong Mesjid Bambong  Kabupaten Pidie)]
Preview
Text (Labelling Tehadap Mantan Narapidana ditinjau dari Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Gampong Mesjid Bambong Kabupaten Pidie))
Rini Santia, 141310199, FSH, HPI, 082213108947.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Labelling adalah suatu teori dalam ilmu kriminologi. Labelling merupakan cap atau label yang diberikan oleh orang-orang kepada seseorang yang telah melakukan kejahatan atau perbuatan menyimpang. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua masalah penelitian yaitu: Pertama,bagaimana pandangan masyarakat terhadap mantan narapidana di Gampong Mesjid Bambong, Kecamatan Delima Kabupaten Pidie, kedua,bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap konsep labelling yang terjadi di masyarakat Gampong Mesjid Bambong terhadap mantan narapidana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah field research (studi lapangan). Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi untuk menemukan fakta-fakta di lapangan, mendeskripsikan suatu permasalahan yang akan dibahas mengenai labelling terhadap mantan narapidana ditinjau dari perspektif hukum Islam (studi kasus di Gampong Mesjid Bambong Kabupaten Pidie). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Gampong Mesjid Bambong memberi label atau cap kepada mantan narapidana sesuai seperti yang dikatakan oleh teori labelling.. Hal tersebut sebelumnya mempunyai efek yang sangat besar bagi psikologis serta ruang gerak mantan narapidana dan juga keluarga mantan narapidana. Dalam hukum Islam, memberi cap atau label terhadap mantan narapidana adalah perbuatan yang sangat dilarang. Dihadapan Allah SWT, semua manusia sama derajatnya, hanya amal kebajikan yang membedakan derajat sesama manusia. Allah SWT juga mengampuni sebesar apapun dosa yang telah dilakukan hambanya asalkan dia taubat dengan sungguh-sungguh.

Item Type: Thesis (["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined])
Additional Information: Pembimbing I : Edi Darmawijaya, S.Ag., M.Ag, Pembimbing II : Riadhus Sholihin, S.Sy., M.H. ,
Uncontrolled Keywords: Labelling,Mantan Narapidana, Hukum Islam
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.5 Hukum Pidana Islam (Jinayat)
300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 302 Interaksi sosial > 302.5 Hubungan individu dengan masyarakat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Pidana Islam
Depositing User: Rini Santia
Date Deposited: 03 Jul 2020 08:12
Last Modified: 03 Jul 2020 08:12
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/12480

Actions (login required)

View Item
View Item