Peranan Tun Seri Lanang Dalam Kerajaan Aceh Darussalam (1613-1659)

Fadhlan, 150501075 (2020) Peranan Tun Seri Lanang Dalam Kerajaan Aceh Darussalam (1613-1659). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (membahas tentang peran seorang tokoh sejarah)
Fadhlan, 150501075, FAH, SKI, 0853141451457.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (5MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul “Peranan Tun Seri Lanang Dalam Kerajaan Aceh Darussalam (1615-1659)“. Kerajaan Aceh Darussalam mengalami peperangan dengan Johor dan Portugis dalam merebut wilayah Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan. Johor mengadakan persahabatan untuk mengalahkan Aceh Darussalam, namun Kerajaan Aceh Darussalam berhasil megalahkan Johor dan membawa tawanan Johor ke Aceh guna mengisi kekosongan penduduk masyarakat Aceh. Rumusan permasalahan dalam penulisan ini yaitu mengenai siapakah Tun Sri Lanang yang dinobatkan oleh Sultan Iskandar Muda sebagai uleebalang pertama di Samalanga dan apa peran Tun Sri Lanang dalam kerajaan Aceh Darussalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biografi Tun Seri Lanang dan untuk mengetahui bagaimana peran Tun Seri Lanang dalam kerajaan Aceh Darussalam. Adapun penelitian ini menggunakan metode sejarah, yakni: heuristik, kritik, interpretasi, histiografi, peneliti juga menggunakan metode penelitian lapangan yaitu: observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tun Seri Lanang merupakan seorang tokoh Bendahara di Kerajaan Johor yang mempunyai nama asli yaitu Tun Muhammad yang begelar Dato' Bendahara Tun Muhammad dan Orang Kaya Seri Paduka Tuan Seberang. Tun Seri Lanang lahir pada tahun 1565 M. di Seluyut, Johor Lama. Tun Seri Lanang dilahirkan dan dibesarkan di dalam lingkungan istana kerajaan Johor. Tun Seri Lanang merupakan keturunan dari Bendahara Kerajaan Malaka. Pada tahun 1615 M. diberi jabatan sebagai Raja di Samalanga oleh Sultan Iskandar Muda atas saran dari pada Putri Kamaliah. Peranan Tun Seri Lanang dalam kerajaan Aceh Darussalam yaitu diangkat sebagai raja di Samalanga, sebagai pengelola Administrasi dalam kerajaan Aceh Darussalam dan sebagai penasehat tiga Sultan berturut-turut yaitu Sultan Iskandar Muda 1607-1636 M, Sultan Iskandar Tsani 1636-1641 M, dan Sultanah Safiatuddin 1641-1675 M. Tun Seri Lanang meninggal di Samalanga dan dimakamkan di gampoeng Meunasah Lueng, di komplek istananya. Melihat kondisi istananya yang sudah dipagari dan sepertinya sudah tidak terawat dengan baik. Untuk itu, disarankan kepada pemerintah Samalanga, khusunya juga masyarakat gampoeng Meunasah Lueng unuk menjaga dan merawat baik makam dan istananya Tun Seri Lanang.
Kata Kunci: Peranan, Tun Seri Lanang, Kerajaan Aceh Darussalam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: pembimbing 1. Prof. Dr. Misri A. Muchsin., M.Ag 2.Dra. Fauziah Nurdin., MA
Uncontrolled Keywords: Peranan, Tun Seri Lanang, Kerajaan Aceh Darussalam.
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X9 Sejarah Islam dan Biografi
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > S1 Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: Fadhlan Deklan
Date Deposited: 21 Jul 2020 03:00
Last Modified: 21 Jul 2020 03:00
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/12779

Actions (login required)

View Item View Item
TOP