Culture Shock Penutur Serumpun Masyarakat Simeulue Tengah Dan Teupah Barat Saat Berkomunikasi Menggunakan Bahasa Devayan

Tisa Ramayani, 140401098 (2019) Culture Shock Penutur Serumpun Masyarakat Simeulue Tengah Dan Teupah Barat Saat Berkomunikasi Menggunakan Bahasa Devayan. Skripsi thesis, UIN AR-RANIRY.

[img]
Preview
Text (Culture Shock Penutur Serumpun Masyarakat Simeulue Tengah Dan Teupah Barat Saat Berkomunikasi Menggunakan Bahas Devayan)
Tisa Ramayani, 140401098, FDK, KPI, 081361227759.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berjudul Culture Shock Penutur Serumpun Masyarakat Simeulue Tengah Dan Teupah Barat Saat Berkomunikasi Menggunakan Bahasa Devayan. Dalam hal ini mengkaji tentang kesalahpahaman ketika berkomunikasi menggunakan bahasa Devayan. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui bagaimana culture shock yang ditimbulkan dalam bahasa Devayan di Simeulue Tengah dan Teupah Barat. Untuk mengetahui mengapa penggunaan bahasa Devayan dapat menimbulkan culture shock bagi masyarakat Simeulue Tengah dan Teupah Barat. Untuk mengetahui apa solusi yang harus dilakukan untuk menanggulangi kesalahpahaman istilah saat berkomunikasi menggunakan bahasa Devayan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dalam penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa: culture shock yang ditimbulkan ketika berkomunikasi menggunakan bahasa Devayan antara masyarakat Simeulue Tengah dan Teupah Barat, pada tahap awal komunikasi masyarakat ada yang belum tahu sama sekali arti bahasanya sehingga menimbulkan respon yang negatif, adapula yang sudah mengetahui namun, responnya tidak menimbulkan konflik, ada pula yang memang sudah mengetahuinya karena mulai bergaul antara satu sama lain. Terjadinya culture shock saat berkomunikasi menggunakan bahasa Devayan karena adanya perbedaan Dialek antara kedua daerah tersebut, dimana dialek di daerah Simeulue Tengah lebih lembut dan di daerah Teupah Barat lebih kasar dan juga adanya faktor akulturasi budaya sehingga terjadinya percampuran bahasa di kedua daerah. Dengan adanya perkembangan komunikasi yang semakin canggih dan pergaulan masyarakat antara satu sama lain telah membantu masyarakat untuk mengatasi agar tidak terjadinya kesalahpahaman lagi ketika mulai berkomunikasi, walau pada dasarnya bahasa Devayan itu sendiri sudah jarang digunakan dikalangan anak muda. Namun, saat ini komunikasi antara masyarakat Simeulue Tengah dan Teupah Barat telah terjalin dengan baik antara satu sama lain.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Culture Shock, Komunikasi, Bahasa Devayan
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 302 Interaksi sosial > 302.2 Komunikasi
300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 302 Interaksi sosial > 302.4 Interaksi sosial antar kelompok
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Tisa Ramayani
Date Deposited: 29 Jul 2020 07:38
Last Modified: 29 Jul 2020 07:38
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/12978

Actions (login required)

View Item View Item
TOP