Eksistensi Kuliner Tradisional Pada Masyarakat Kota Meulaboh

Riky Furqan, 150501017 (2020) Eksistensi Kuliner Tradisional Pada Masyarakat Kota Meulaboh. Skripsi thesis, UIN AR-RANIRY.

[img]
Preview
Text (Eksistensi Kuliner Tradisional Pada Masyarakat Kota Muelaboh)
Riki Furqan, 150501017, FAH, SKI, 082361675175.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berjudul “Eksistensi Kuliner Tradisional Pada Masyarakat Kota Muelaboh” kota Meulaboh adalah sebuah nama kota di kabupaten Aceh Barat yang meliputi seluruh Kecamatan Johan Pahlawaan sebagian Kecamatan Suak Timah dan Sebagian Kecamatan Kaway XVI dan kecamatan Meureubo. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana keragaman kuliner tradisional di kota Meulaboh; Bagaimana proses masak tata cara pengolahan dan penyajian di kota Meulaboh; Bagaimana presepsi masyarakat kota Meulaboh terhadap kuliner tradisional;. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan megunakan tiga jenis pengumpulan data yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kuliner tradisional kota Meulaboh memiliki 27 macam jenis olahan berupa lauk pauk, minum-minuman dan kue kering atau kue basah, yang terdiri dari Gulee Reubong, Gulee Jruk Drien,. Jenis olahan minuman terdiri dari Kopi Khop, Ceuneucah, Hip (jus Keuledek), Boh U Tot dan jenis olahan yang terakhir jenis yaitu kue Kekarah, Aneuk Reuteuk, Leugok (leupek Sage). Pengolahan dan penyajian makanan yang berbeda setiap jenis dan penyajian kuliner tradisional di acara-acara besar seperti maulid, bulan ramadhan dan Idul fitri maupun Idul adha. Pada saat sekarang, eksistensi kuliner yang terdapat di kota Meulaboh saat itu sudah mulai berkurang eksistensinya, disebabkan oleh faktor alam, teknologi yang begitu pesat perkembangan jaman, dan telah bermunculan berbagai kuliner kekinian yang membuat masyarakat kota Meulaboh penasaran untuk mencoba makanan tersebut, sehingga tanpa tidak sengaja makanan tradisional mulai ditinggalkan. Presepsi masyarakat kota Meulaboh terhadap kuliner tradisional yaitu patut dipatenkan atau dilestarikan, jelas sangat pengaruh besar dalam menunjang kegiatan pariwista bukan saja sebagai objek pariwistanya tetapi juga sebagai simbol kota tersebut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Eksistensi, Kuliner dan Meulaboh
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X6 Sosial dan Budaya > 2X6.7 Kesenian dan Kebudayaan
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > S1 Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: Riky Furqan Riky
Date Deposited: 11 Aug 2020 03:11
Last Modified: 11 Aug 2020 03:11
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/13009

Actions (login required)

View Item View Item
TOP