Kuala Gigieng sebagai Tempat Pertahanan dan Perdagangan Pada Masa Kerajaan Aceh Darussalam (Studi Tinggalan dan Sebaran Arkeologi)”.

Khairul Hidayat, 150501044 (2020) Kuala Gigieng sebagai Tempat Pertahanan dan Perdagangan Pada Masa Kerajaan Aceh Darussalam (Studi Tinggalan dan Sebaran Arkeologi)”. Skripsi thesis, UIN AR-RANIRY.

[img]
Preview
Text (Kuala Gigieng sebagai Tempat Pertahanan dan Perdagangan Pada Masa Kerajaan Aceh Darussalam (Studi Tinggalan dan Sebaran Arkeologi)”.)
Khairul Hidayat, 150501044 , FAH, SKI, 085357989437.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (5MB) | Preview

Abstract

Kajian ini berjudul Kuala Gigieng sebagai tempat pertahanan dan perdagangan pada masa Kerajaan Aceh Darussalam (Studi Tinggalan dan Sebaran Arkeologis), keberadaan Kuala Gigieng umumnya hanya dianggap sebagai tempat mata pencaharian nelayan namun sebagian dari kita tak mengetahui bahwa di Kuala Gigieng ini terdapat sebuah peristiwa besar yang pernah terjadi, dalam karya H. Mohammad Said,‘Aceh Sepanjang Abad Jilid II’ menjelaskan Van Swieten, telah mendapat tugas untuk memimpin pendaratan besar-besaran pasukannya dan mengempur Kuala Gigieng dari kapal perang. Dalam menghadapi penyerbuan ini pasukan Aceh dipimpin oleh Tuanku Hasyim Banta Muda Selama 8 hari mempertahankan pantai, kemudian terpaksa mengundurkan diri dari tempat itu karena gempuran meriam yang menyebabkan pihak Aceh terpaksa mengosongkan Kuala Gigieng dan mengatur pertahanan keluar daerah itu. Belanda langsung dapat mendirikan bivak (kubu) dan membuat tempat ini sebagai basis operasi. itulah salah satu cerita tentang Kuala Gigieng, penulis beranggapan banyak kejadian-kejadian yang pernah terjadi di Kuala Gigieng namun untuk membuktikan daerah ini betul-betul memiliki potensi historis, tentunya harus dibuktikan oleh berbagai sumber sejarah, dari sudut pandang arkeologi, dalam bentuk bangunan kuno, fragmen tembikar, pecahan botol kuno, uang kuno dan nisan yang digunakan oleh masyarakat pada saat itu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan objek arkeologi dan mengaitkan dengan beberapa cerita yang pernah terjadi di Kuala Gigieng. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian arkeologi yang bersifat deskriptif-analisis. Cara pengumpulan data meliputi penjajagan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah data-data tersebut dikumpulkan kemudian di analisis dengan beberapa cara yaitu: analisis morfologi, stilistik, teknologi dan kontekstual. Lalu hasil observasi yang dilakukan di sekitar pesisir kuala Gigieng ditemukan beberapa fragmen tembikar yang berasal dari Dinasti Ming, Dinasti Ching, Keramik martavan dan Tembikar lokal. Juga ditemukan botol pecah yang dibawa oleh Belanda dan ditemukan juga koin emas dan batu nisan kerajaan Aceh Darussalam. Dari hasil penemuan di lapangan dapat membuktikan bahwa daerah ini memiliki potensi historis yang besar

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Sebaran,Tinggalan, Arkelogi, Kuala Gigieng.
Subjects: 900 Geography and History > 930 History of Ancient World to 499 (Sejarah Dunia Kuno sampai dengan Tahun 499) > 930.1 Arkeologi
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > S1 Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: Khairul Hidayat
Date Deposited: 11 Aug 2020 03:10
Last Modified: 11 Aug 2020 03:10
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/13032

Actions (login required)

View Item View Item
TOP