Nyanyian dalam Perspektif Hadits (Pendekatan Ilmu Ikhtilaf Al-Hadith)

Hadana, 341203246 (2017) Nyanyian dalam Perspektif Hadits (Pendekatan Ilmu Ikhtilaf Al-Hadith). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Hadis;)
SKRIPSI LENGKAP..pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Nyanyian, musik dan hiburan merupakan bahagian dari kehidupan manusia, terutama pada golongan muda. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak lepas dari seni, ketika berada di rumah atau ketika waktu lapang nyanyian menjadi hiburan bagi manusia. Pokok permasalahan pada bagian ini adalah adanya persoalan yang timbul terhadap dua hadis maqbūl bertentangan yaitu hadis yang membolehkan dan mengharamkan nyanyian. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode penelitian library research yang bersifat kualitatif, yaitu penelitian tentang riset yang bersifat deskriftif dan cenderung menggunakan analisis. Sumber primer penelitian ini adalah kitab Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, Ṣaḥīḥ Muslim, dan buku-buku yang berkaitan dengannya. Sumber sekunder penelitian ini adalah Ikhtilāf al-Hadīth, Mu’jam al-Mufahraz, Jarh, wa Ta’dil, Tahdhib al-Tahdhib, Tahdhib al-Kamal Fi Asmā al-Rijāl. Hasil penelitian menjelaskan bahwa, Islam tidak menghalangi suatu seni musik atau nyanyian baik tradisional maupun moderen yang tidak bertentangan dengan syariat Islam. Para fuqaha berpendapat bahwa nyanyian dalam Islam adalah boleh hukumnya, kecuali nyanyian yang mendatangkan kelalaian dan keburukan ataupun terwujudnya unsur-unsur yang haram di dalamnya, maka jadilah ia haram. Untuk menyikapi kontradiksi antara kedua hadis ikhtilāf dalam penelitian ini peneliti menggunakan langkah-langkah jam’u wa al-tawfīq, dengan tujuan tidak membuang salah satu hadisnya. Secara lahiriyah kedua hadis tersebut bertentangan. Sedangkan dilihat secara kontekstual kedua hadis tersebut tidak bertentangan, karena hadis yang melarang hukumnya tidak bersifat mutlak akan tetapi bersifat khusus. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa nyanyian diharamkan dan dibolehkan karena ada alasan tertentu. Rasulullah Saw mengharamkan nyanyian tercela dan berdampak negatif khususnya bagi anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua yang ikut terangsang untuk terjerumus kepada perilaku negatif. Rasulullah Saw menganjurkan nyanyian islami yang bersifat terpuji, karena nyanyian tersebut akan melahirkan dampak positif dan mensejahterakan umat Islam di muka bumi ini. Nyanyian dapat berperan penting sebagai pesan-pesan dakwah. Nyanyian yang dibolehkan seperti; shalawat, nasyid, nyanyian jihad dan lainnya. Sedangkan nyanyian yang diharamkan seperti; nyanyian yang melalaikan, mencela Allah dan Rasul-Nya, nyanyian yang membangkitkan syahwat, nyanyian kotor yang berupa caci maki dan sebagainya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1.Dr.Salman Abdul Muthalib, Lc., M.Ag 2.Zulihafnani.,MA
Uncontrolled Keywords: Ikhtilaf al-hadith
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X2 Hadis dan ilmu yang berkaitan > 2X2.2 Kumpulan Hadis > 2X2.29 Kumpulan Hadis Lainnya
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: HADANA ANA
Date Deposited: 26 Oct 2017 04:21
Last Modified: 26 Oct 2017 04:21
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/1345

Actions (login required)

View Item View Item
TOP