Analisis Arkeologi terhadap Tinggalan Kerajaan Binanga di Kecamatan Rundeng Kota Subulussalam

Yarna, 511303088 (2017) Analisis Arkeologi terhadap Tinggalan Kerajaan Binanga di Kecamatan Rundeng Kota Subulussalam. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas Tentang Arkeologi)
YARNA.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul Analisis Arkeologi terhadap Tinggalan Kerajaan Binanga di Kecamatan Rundeng Kota Subulussam. Kerajaan Binanga merupakan kerajaan yang pernah memerintah di wilayah Kecamatan Rundeng Kota Subulussalam. Tujuan penelitian ini, untuk menganalisis peninggalan arkeologi Kerajaan Binanga serta mendeskripsikan sejarah berdirinya kerajaan tersebut. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian arkeologi dengan mengunakan langkah-langkah berupa pengumpulan data, pengolahan data serta analisa data. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Kerajaan Binanga terdapat tinggalan berupa nisan, meriam, brankas, kotak perhiasan, dan meja makan. Adapun nisan dan meriam di temukan di Kampong Binanga sedangkan brankas, Kotak Perhiasan dan meja makan ditemukan dari seorang kolektor yang telah mengoleksi benda-benda tersebut. Dari hasil analisis tinggalan benda tersebut menunjukkan bahwa Kerajaan Binanga berdiri pada awal abad ke-19 dan pusat pemerintahan berada di Kampong Binanga. Selama masa pemerintahannya Kerajaan Binanga dipimpin oleh enam orang raja, raja pertama dari kerajaan tersebut adalah Raja Bereng yang diangkat langsung oleh Sultan Aceh ketika itu sedangkan raja terakhir adalah Raja Luas. Masa kemajuan kerajaan Binanga berada pada masa pemerintahan Raja Zainuddin sedangkan masa kemunduran terjadi ketika penjajah Belanda telah menguasai wilayah Aceh Singkil dan Subulussalam. Runtuhnya Kerajaan Binanga berada pada masa pemerintahan Raja Luas, ketika itu Indonesia telah mendapatkan haknya untuk merdeka dan pada masa tersebut seluruh kerajaan yang ada di Wilayah Aceh Singkil dan Subulussalam dihapuskan dan digantikan sebagai kemukiman. Dilihat dari keadaan benda peninggalan Kerajaan Binanga saat ini kurang mendapatkan perhatian layaknya cagar budaya. Untuk itu, disarankan kepada pemerintah setempat atau instansi terkait agar dapat menjaga serta melestarikan umumnya peninggalan kebudayaan yang ada di Kota Subulussalam dan khususnya peninggalan Kerajaan Binanga sebagai warisan untuk generasi selanjutnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Prof. Dr. H. Misri A. Muchsin, M.Ag 2. Nasruddin, As.,M.Hum
Uncontrolled Keywords: Analisis Arkeologi, Tinggalan Kerajaan Binanga
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X9 Sejarah Islam dan Biografi
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > S1 Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: mis Yarna Yarna
Date Deposited: 26 Oct 2017 02:30
Last Modified: 26 Oct 2017 02:30
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/1347

Actions (login required)

View Item View Item
TOP