Peran Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh Dalam Menangani Konflik Antara Transportasi Online dan Transportasi Konvensional

Nurmaini, 160802080 (2020) Peran Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh Dalam Menangani Konflik Antara Transportasi Online dan Transportasi Konvensional. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (membahas peran Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh dalam menangani konflik antara transportasi online dan konvensional)
Nurmaini, 160802080, FISIP, IAN, 082276634395.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (30MB) | Preview

Abstract

Pelayanan publik adalah suatu tanggung jawab yang wajib dilaksanakan oleh pemerintah kepada rakyatnya, sebagai upaya negara dalam memenuhi kebutuhan dasar dan hak-hak warga negaranya. Salah satu bentuk dari pelayanan publik yang wajib disediakan oleh pemerintah dalam bidang jasa adalah penyediaan sarana transportasi umum atau publik. Namun dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi di era globalisasi ini maka banyak bermunculan berbagai jenis bentuk pelayanan jasa transportasi salah satunya adalah transportasi berbasis online. Namun tingginya minat masyarakat Kota Banda Aceh pada transportasi online menyebabkan timbulnya konflik antara transportasi online dengan transportasi konvensional. Berbagai kecaman dan demo dilakukan oleh kelompok transportasi konvensional untuk menolak keberadaan transportasi online di Kota Banda Aceh. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah: Bagaimana peran Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh dalam menangani konflik antara transportasi online dan transportasi konvensional di Kota Banda Aceh dan apa saja kendala Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh dalam menangani konflik antara transportasi online dan transportasi konvensional. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh dalam menangani konflik antara transportasi online dan transportasi konvensional belum terlaksana dengan baik dalam hal regulator, dinamisator dan fasilitator. Dimana belum adanya regulasi yang dibuat oleh Dishub Kota Banda Aceh dalam mengatur kemudahan pelaksanaan operasional kedua transportasi tersebut dan belum adanya fasilitas sama yang diberikan terhadap kedua transportasi tersebut. Adapun strategi mediasi, negosiasi antara kedua transportasi tersebut juga belum dilakukan oleh pihak Dishub Kota Banda Aceh yang bertujuan menyelesaikan konflik yang terjadi antara kedua transportasi tersebut. Hal tersebut dibuktikan melalui wawancara dengan supir transportasi online dan transportasi konvensional.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing 1. Dr. Mahmuddin, M.Si 2. Siti Nur Zalikha, M.Si
Uncontrolled Keywords: Peran Pemerintah, Transportasi Online, Transportasi Konvensional
Subjects: 200 Religion (Agama)
200 Religion (Agama) > 297 Islam
200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X6 Sosial dan Budaya
200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X6 Sosial dan Budaya > 2X6.2 Politik
200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X6 Sosial dan Budaya > 2X6.2 Politik > 2X6.22 Sistem Pemerintahan
300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi)
300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 303 Proses sosial
300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 303 Proses sosial > 303.3 Koordinasi dan pengawasan
300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 320 Political and Government Science (Ilmu Politik dan Pemerintahan)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan > S1 Ilmu Administrasi Negara
Depositing User: Nur Maini
Date Deposited: 04 Sep 2020 08:05
Last Modified: 04 Sep 2020 08:05
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/13651

Actions (login required)

View Item View Item
TOP