Peran Tuha Peut Gampong Dalam Pengawasan Dana Desa (Studi Kasus Panton Bayam Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya)

Ici Merita Sari, 160802070 (2020) Peran Tuha Peut Gampong Dalam Pengawasan Dana Desa (Studi Kasus Panton Bayam Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Peran Tuha Peut Gampong Dalam Pengawasan Dana Desa (Studi Kasus Panton Bayam Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya))
Ici Merita Sari, 160802070. FISIP, IAN, 081362682626.pdf
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Gampong merupakan unit organisasi terendah yang berada di bawah Mukim sebagaimana dalam struktur organisasi pemerintahan yang ada di provinsi Aceh. Dalam penyelenggaran Pemerintahan, pemerintahan gampong sendiri tak terlepas dari peran Lembaga Tuha Peut Gampong baik itu dalam hal mengawasi serta mengontrol jalannya pemerintahan gampong yang di laksanakan oleh Keuchik. Selain itu juga fungsi dari Tuha Peut Gampong sendiri sebagai pihak yang menyelesaikan permasalahan yang terjadi di masyarakat secara adat bersama Keuchik dan perangkat gampong lainnya, serta melakukan pengawasan kinerja Keuchik di gampong. Oleh karena itu, kedudukan Tuha Peut Gampong sangat penting dalam setiap gampong. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran Tuha Peut Gampong dalam pengawasan dana desa serta untuk mengetahui hambatan apa yang dialami Tuha Peut Gampong dalam pengawasan dana desa. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Peran Tuha Peut Gampong dalam pengawasan pengelolaan dana Gampong Panton Bayam masih belum maksimal sesuai dengan tupoksinya sebagai lembaga pengawas Gampong. Hal ini dapat dilihat dari beberapa proses pengawasan yang dilakukan. Pertama, dalam proses perencanaan Tuha Peut Gampong Panton Bayam telah ikutserta dalam musyawarah perencanaan pengelolaan dana desa. Akan tetapi, Tuha Peut tidak selalu hadir apabila musyawarah dilakukan pada malam hari. Kedua, pada proses pelaksanaan Tuha Peut masih beranggapan bahwa pengawasan dilakukan oleh Keuchik dan Bendahara. Ketiga, dalam proses penatausahaan, Tuha Peut Gampong tidak mengetahui rincian pengeluaran dana untuk gampong Panton Bayam. Keempat, laporan pertanggungjawaban dibuat oleh bendahara dan kemudian pengawasan dilakukan oleh pemerintah daerah. Adapun hambatan peran Tuha Peut Gampong yaitu kurangnya kerjasama antara Tuha Peut Gampong dengan Keuchik sehingga dalam roda pemerintahannya masih belum berjalan dengan semestinya. Dalam hal ini hambatannya terdiri dari faktor internal dan ekternal, adapun internalnya diantaranya: Kurangnya pemahaman akan tugasnya serta dari segi Pendidikan pun rendah, dan faktor ekternal diantaranya: Jadwal dalam pengadaan rapat, dan juga Kurangnya kompromi serta komunikasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing 1. Dr. Muslim Zainuddin, M.Si 2. Mirza Fanzikri, M.Si
Uncontrolled Keywords: Peran, Tuha Peut Gampong, Pengawasan
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X6 Sosial dan Budaya > 2X6.2 Politik > 2X6.22 Sistem Pemerintahan
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan > S1 Ilmu Administrasi Negara
Depositing User: Ici Merita Sari
Date Deposited: 27 Jan 2021 04:27
Last Modified: 27 Jan 2021 04:27
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/14103

Actions (login required)

View Item View Item
TOP