Persepsi Ulama Tentang Tradisi Peumano Pucoek Di Kec. Jeumpa Kab. Aceh Barat Daya (Analisis Teori ‘Urf)

Ira Aswita Ibrida, 160101008 (2020) Persepsi Ulama Tentang Tradisi Peumano Pucoek Di Kec. Jeumpa Kab. Aceh Barat Daya (Analisis Teori ‘Urf). ["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined] thesis, UIN AR-RANIRY.

[thumbnail of Persepsi Ulama Tentang Tradisi Peumano Pucoek Di  Kec. Jeumpa Kab.Aceh Barat Daya (Analisis Teori ‘Urf)]
Preview
Text (Persepsi Ulama Tentang Tradisi Peumano Pucoek Di Kec. Jeumpa Kab.Aceh Barat Daya (Analisis Teori ‘Urf))
Ira Aswita Ibrida, 160101008, FSH, HK, 082274760937.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (5MB) | Preview

Abstract

Kajian ini membahas mengenai tradisi peumano pucoek pada saat walimatul ‘urs di kalangan masyarakat Kecamatan Jeumpa Kabupaten Aceh Barat Daya melalui teori ‘urf. Penelitian ini mencoba memaparkan bagaimana prosesi tradisi peumanoe pucoek dan bagaimana persepsi ulama tentang tradisi tersebut yang kemudian di analisis melalui teori ‘urf. Jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah penelitian sosiologis-empiris. Penelitian ini dilakukan dengan studi lapangan yaitu dengan teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa prosesi tradisi peumano pucoek terbagi menjadi 2 (dua) prosesi, yaitu prosesi sebelum pelaksanaan tradisi peumano pucoek dan prosesi pelaksanaan tradisi peumano pucoek. Terdapat persamaan pendapat oleh ulama setempat tentang tradisi peumanoe pucoek yang menganggap bahwa prosesi pelaksanaan tradisi peumanoe pucoek ada yang bertentangan dengan hukum syara’ sehingga lebih baik tidak dilakukan. Akan tetapi, pelarangan tersebut tidak secara tegas, dan para ulama setempat tidak mengemukakan dasar hukum yang jelas. Sehingga oleh masyarakat tetap masih melakukannya namun juga ada yang sudah meninggalkan tradisi tersebut dan menggantinya dengan hal lain seperti marhaban atau berzanzi. Bila kita menganalisis dengan teori ‘urf, tradisi peumano pucoek tentunya boleh dilakukan dan merupakan sebuah urf shahih di dalam masyarakat. Karena apa yang telah dibiasakan dan dijalankan oleh orang banyak adalah menjadi kebutuhan dan menjadi maslahat yang diperlukannya sebagaimana kaidah ushul fiqh Al-adatu muhakkamah (adat kebiasaan itu merupakan syari’at yang ditetapkan sebagai hukum). Tetapi pada saat pelaksanaan prosesi tradisi peumano pucoek dimasa sekarang memang ada beberapa pelanggaran terhadap hukum syara’ yang dilakukan oleh sebagian masyarakat. Sehingga tradisi ini kemudian dipandang kurang layak untuk dilakukan. Oleh kerena itu, perlunya pengawasan oleh tokoh masyarakat setempat agar masyarakat tidak melakukan pelanggaran syariat sehingga tradisi ini juga bisa terjaga kelestariannya. Penelitian ini masih banyak kekurangan-kekurangan karena peneliti hanya melihat dari beberapa aspek saja, oleh karena itu diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk mengkaji dalam aspek yang lebih luas untuk memberikan ilmu pengetahuan yang baru dalam masyarakat.

Item Type: Thesis (["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined])
Additional Information: Pembimbing I : Dr. Mursyid Djawas, S.Ag., M.H.I Pembimbing II : Amrullah, S.Hi., LLM
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X6 Sosial dan Budaya > 2X6.9 Adat Istiadat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Keluarga
Depositing User: Ira Aswita Ibrida
Date Deposited: 23 Sep 2020 01:50
Last Modified: 23 Sep 2020 01:50
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/14200

Actions (login required)

View Item
View Item